BESITANG, RMNEWS.ID-Pelayanan Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, belakangan ini jadi sorotan dan dinilai sangat buruk.
Pasalnya, Rahmah bersama ibunya Nilawati, salah satu nasabah warga Komplek Kodam Atas, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, menyampaikan kekecewaannya atas pelayanan yang dianggap kurang ramah ketika dirinya ingin mendapatkan penjelasan terkait permohonan kredit KUR yang diajukannya.
Peristiwa itu bermula ketika Nilawati, sebagai nasabah, mencoba mencari informasi mengenai permohonan kredit yang diajukannya kepada oknum karyawan bank berinisial SL, karena jika pinjaman lama dilunasi atau ditutup ia bisa mengajukan kredit kembali yang baru sebagaimana yang sudah berjalan sebelumnya.
Namun di kantor BRI, Nilawati bukannya mendapat penjelasan atau pelayanan yang baik, justru mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari salah seorang oknum marketing bank BRI berinisial SL.
Karena mendapat perlakuan kurang baik, akhirnya Nilawati dan oknum karyawan BRI unit Besitang sempat terjadi cekcok dan kerebutan. Peristiwa keributan pada hari Rabu, (4/11/2026) di kantor BRI tersebut sempat mengundang perhatian nasabah lainnya.
“Permohonan kami sudah dua minggu tidak ada kabar, kami pertanyakan melalui WhatsApp ke Hape SL tapi tidak direspon, maka kami datangi ke kantor BRI di Besitang, kami ingin tanyakan apakah permohonan kami disetujui atau tidak, karena kredit yang lama akan kami lunasi atau ditutup kemudian mengajukan kredit yang baru,” ujar Nilawati.
Namun apa yang terjadi, sampainya kami di kantor BRI, karyawan BRI berinisial SL tersebut marah marah hingga mengundang perhatian nasabah lainnya.
”Karena kami tidak mendapat layanan yang baik, kami mohon mau bertemu Kepala BRI, namun ditolak oleh SL dengan berbagai alasan, di bilang kepala tidak ada, dibilang lagi berak dan sebagainya, dia juga marah marah sama kami, karena kami nilai sudah keterlaluan, ya terpaksa kami lawan dan akhirnya sempat terjadi pertengkaran mulut di kantor tersebut,” ungkap Nila.
Lebih lanjut Nilawati, menjelaskan mereka sebenarnya sudah dua kali mengajukan kredit KUR kepada BRI unit Besitang, sebelumnya pinjaman yang kedua kalinya juga sempat terjadi kendala.
“Ini mau pinjaman yang ke tiga kali, pinjaman kredit yang kedua juga prosesnya terkendala, padahal pinjaman lama sebesar Rp 17 juta sudah kami lunasi atau ditutup, ternyata setelah kami telusuri kendalanya, kredit lama sebesar Rp 17 juta yang sudah kami bayar kepada SL tidak disetorkan ke kas BRI, kasus ini diungkap oleh wartawan kemudian melaporkan kepada pimpinan BRI,”ungkap Nilawati
Dari sini awalnya menurut Nilawati, oknum karyawan BRI SL kesal dan tidak senang kepada dirinya. Karena ketika terungkap kasus tersebut Kepala BRI marah besar kepada SL, bahkan SL sempat mendatangi rumahnya dan marah marah kepadanya.
Maka ketika kami ingin mengajukan pinjaman lagi dan melunasi pinjaman lama dipersulit oleh SL, “Puncaknya saat kami datang ke kantor BRI Besitang, kami dan SL sempat terjadi pertengkaran, SL marah marah sama kami, ya kami lawan, karena perbuatan SL sebagai karyawan BRI kami nilai sudah keterlaluan,”kata Nilawati.
Dalam kasus ini, Nilawati selaku nasabah berharap pihak manajemen BRI segera melakukan pembenahan. Ia menegaskan bahwa bank harus memberikan pelayanan setara kepada seluruh nasabah, tanpa membeda-bedakan. Selain itu, pembinaan terhadap karyawan, termasuk oknum SL, perlu diperketat agar merek tidak memberikan pelayanan sesuka hatinya,tutur Nilawati.
Hingga berita ini ditayangkan upaya konfirmasi yang dilakukan media ini melalui WhatsApp ke Hp SL terkait keributan yang terjadi pada Rabu sore di kantor BRI antara nasabah dengan oknum SL, belum mendapat jawaban atau belum direspon.
Redaksi : Mawardi


