PADANG PARIAMAN, RMNEWS.ID-Ruas jalan Tapan batas Jambi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kini telah kembali fungsional satu jalur setelah sempat tertutup total akibat material longsor susulan.
Penanganan darurat tersebut dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyusul peristiwa longsor susulan yang terjadi pada 28 Oktober 2026 di KM 228+100 dan 30 Oktober 2026 di KM 228+450. Upaya pembersihan material dilakukan secara maraton hingga kedua titik lokasi akhirnya berhasil dibuka terbatas untuk mobilitas kendaraan.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat peran strategis jalan dan jembatan dalam mendukung aktivitas masyarakat serta distribusi logistik.
“Kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Menteri Dody.
Pembersihan material tanah, bebatuan, dan pepohonan dilakukan secara bertahap oleh Tim Tanggap Darurat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dengan menurunkan armada alat berat. Langkah penanganan tetap memperhitungkan kondisi cuaca di lapangan guna menjamin keselamatan para petugas.

Ruas Tapan–Batas Jambi Kembali Fungsional Satu Jalur Usai Diterjang Longsor Susulan. (Foto/Agustin).
Kepala BPJN Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi mengatakan upaya penanganan darurat terus dilakukan untuk menjaga konektivitas jalan nasional dan memastikan akses transportasi masyarakat tetap terlayani.
“Penanganan dilakukan dengan mengutamakan pemulihan akses jalan nasional sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan dan petugas di lapangan,” ujar Elsa Putra Friandi.
Bencana hidrometeorologi ini bermula sejak 9 Oktober 2026 akibat curah hujan tinggi yang berdampak pada koridor jalan sepanjang 16,2 kilometer. Hujan deras susulan juga memicu meluapnya Sungai Batang Tapan dan menghasilkan 14 titik longsoran baru, terdiri atas 12 titik lereng atas serta dua titik lereng bawah badan jalan
Guna mempercepat proses pemulihan akses secara menyeluruh, BPJN Sumatera Barat memobilisasi 10 unit alat berat dan pendukung yang terdiri dari empat unit ekskavator, dua unit wheel loader, satu unit motor grader, dan tiga unit dump truck.
Kementerian PU terus menyiagakan personel dan peralatan di lokasi untuk mengantisipasi potensi longsor susulan mengingat tingginya kerawanan bencana di wilayah tersebut.*
Laporan : Agustin wartawan rmnews.id Padang Pariaman.


