🔥 TERKINI
Home » Berita Utama » Kadis PU Batam Merta Dinata Bungkam Ketika Dikonfirmasi Soal Proyek Drainase Dikerjakan Asal jadi

Kadis PU Batam Merta Dinata Bungkam Ketika Dikonfirmasi Soal Proyek Drainase Dikerjakan Asal jadi

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Pekerjaan proyek dranase di kawasan Puriloka Sei Panas, Kintamani Batam Centre. (Foto/Dokumentasi).

BATAM, RMNEWS.ID-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Kota Batam, Merta Dinata, bungkam ketika dikonfirmasi terkait pekerjaan proyek pembangunan drainase senilai Rp 3,1 miliar yang diduga kuat tidak sesuai spesifikasi alias dikerjakan asal jadi.

Agar berita terkait pekerjaan proyek dranase di kawasan Puriloka Sei Panas, Kintamani Batam Centre yang belakangan menjadi sorotan masyarakat tersebut bisa berimbang. Namun upaya konfirmasi media ini lewat ponsel Kepala Dinas PU dan Sumber Daya Air Metra Dinata, Kamis (22/10/2026) hingga tidak direspon.

Informasi yang diterima media ini dari masyarakat setempat mengungkap, pekerjaan proyek milik Dinas PU dan Sumber Daya Air Batam ini dinilai paling jelek kualitas pekerjaannya. Proyek ini menurut sumber masyarakat setempat dikerjakan asal asalan, terutama pengecoran dinding dan tembok lebih banyak pasir dari semen sehingga dikuatirkan tidak bertahan lama.

ADVERTISEMENT

Proyek dengan nomor kontrak : 08/000.3.3/KONTRAK/PTSDP/DRAINASE/VII/2026 dengan pagu anggaran senilai Rp.3,1 Miliar dikerjakan oleh CV Megah Engineering Persada.

Pekerjaan proyek dranase di kawasan Puriloka Sei Panas, Kintamani Batam Centre. (Foto/Dokumentasi).

Dipapan proyek tercantum judulnya proyek peningkatan drainase ini justru dikeluhkan warga sekitar, pasalnya keberadaan prodrainase itu bukannya untuk mengatasi banjir tapi justru jika hujan tuurun rumah warga sekitar malah kebanjiran.

“Proyek itu untuk mengantisipasi banjir, tapi malah kebalikannya ketika hujan datang warga sekitar mengaku rumahnya justru kebanjiran.,“ Kualitas proyek yang dikerjakan CV Megah Engineering Persada sangat jelek dan diduga kuat dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknik,” ujar masyarakat yang minta tidak ditulis namanya.

Menurut warga setempat proyek itu tidak akan bertahan lama, sebab kontraktor yang mengerjakan proyek itu mengabaikan aspek teknis, matrial, dan hidrolika agar air dapat mengalir dengan lancar

“Pengecoran tembok dinding drainase Proyek tersebut yang menggunakan adukan semen/mortar campuran semen dan pasir sepertinya kebanyakan pasir dari pada semen, disekitar proyek juga kayu dan besi bekas proyek itu berserakan tanpa dibersihkan sebagaimana layaknya pekerjaan proyek yang sudah siap,”ungkap warga setempat..

Warga setempat juga menyebut, selama proyek dikerjakan tak kelihatan pengawas dari Dinas PU dan Sumber Daya Air terlihat di lokasi proyek,” Selama pekerjaan kami tak pernah melihat ada pengawas dari PU ada dilapangan,” ungkap warga lagi.

Pantauan awak media ini di lokasi, pembangunan drainase tersebut terlihat memang sudah siap, namun pekerjaan proyek itu banyak kejanggalan dan tidak sempurna, terutama pembangunan dinding atau tembok coran lebih banyak pasir dari pada semen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Kota Batam Metra Dinata, hingga saat ini konfirmasi redaksi media ini terkait buruknya kualitas pekerjaan proyek drainase yang diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknik belum direspon.***

Redaksi : Mawardi

 

ADVERTISEMENT
RMNEWS