JAKARTA, RMNEWS.ID- Kondisi pesisir Jakarta Utara kembali mengkhawatirkan setelah tinggi air laut dilaporkan terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terlihat air laut di Pantai Mutiara sudah hampir mencapai batas tertinggi tanggul penahan ombak.
Bahkan, jika diperhatikan, permukaan air laut tampak lebih tinggi dibandingkan daratan di pemukiman sekitar.
Situasi ini membuat warga takut air dapat sewaktu-waktu menerjang dan melewati tanggul yang menjadi satu-satunya penahan banjir rob.
Jakarta Utara selama ini memang menjadi wilayah yang paling rentan terhadap banjir rob, terutama pada periode pasang maksimum.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Pada tahun 2016, tanggul di kawasan Pantai Mutiara pernah jebol, menyebabkan air laut meluap dan membanjiri perumahan penduduk. Ribuan rumah terdampak dan aktivitas warga lumpuh.
Setelah kejadian tersebut, pemerintah melakukan peninggian sekaligus penebalan tanggul untuk memperkuat struktur pengamanan pesisir.
Meski demikian, ancaman baru kembali muncul seiring tingginya permukaan laut yang kini semakin mendekati titik kritis.
Tidak hanya Pantai Mutiara, wilayah pesisir lain juga mengalami kondisi serupa. Pada Agustus 2025, permukiman warga di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, kembali diterjang banjir rob.
Air pasang laut menggenangi 12 RT dengan ketinggian bervariasi, bahkan mencapai 50 sentimeter di beberapa titik. Rob terjadi tidak lama setelah warga merayakan HUT ke-80 RI.
Menurut penuturan warga, gelombang rob kali ini lebih tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari akses jalan hingga kegiatan ekonomi.
Kondisi air laut yang terus meningkat menimbulkan ketakutan akan terulangnya bencana serupa.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah antisipatif, mulai dari peninggian tanggul, pembangunan sistem pompa yang lebih kuat, hingga peringatan dini rob.**
Redaktur: Gusti Rangga
Suymber: Berita Jakarta


