🔥 TERKINI
Home » DKI JAKARTA » Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Uang Palsu Dolar AS dan Singapura, Ribuan Lembar Disita

Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Uang Palsu Dolar AS dan Singapura, Ribuan Lembar Disita

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Uang Palsu Dolar AS dan Singapura. (Foto/Doc)

JAKARTA, RMNEWS.ID- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya membongkar jaringan peredaran sekaligus pembuatan uang palsu Dolar Amerika Serikat (USD) dan Dolar Singapura (SGD).

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita ribuan lembar uang asing palsu dari dua orang tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Edy Suranta Sitepu, mengatakan pengungkapan bermula dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran uang asing yang diduga palsu.

ADVERTISEMENT

“Berdasarkan informasi masyarakat, kami lakukan penyelidikan dan hasilnya, dua tersangka berhasil diamankan,” ujar Edy dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025), dikutip dari Antara.

Pengungkapan tersebut dilakukan pada Kamis (18/12/2025) di wilayah Kota Tangerang. Polisi mengamankan tersangka pertama berinisial HS saat berada di dalam bus rute Pandeglang–Kalideres.

“Tersangka diketahui berperan sebagai pengedar uang palsu,” kata Edy.

Dari tangan HS, petugas menyita barang bukti berupa 1.934 lembar Dolar Amerika Serikat palsu dan 529 lembar Dolar Singapura palsu, termasuk sejumlah lembar uang yang masih dalam kondisi belum dipotong.

Selain itu, polisi juga mengamankan tas, telepon genggam, laptop, printer, tinta printer, serta berbagai peralatan lain yang digunakan untuk mencetak uang palsu.

Penyelidikan kemudian dikembangkan ke wilayah Pandeglang. Di lokasi tersebut, polisi menangkap tersangka kedua berinisial ARS.

“Tersangka kedua ini berperan sebagai pembuat desain sekaligus pencetak uang palsu USD dan SGD,” jelas Edy.

Saat ini, kedua tersangka telah ditahan di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran uang palsu tersebut.**

Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Antara

ADVERTISEMENT
RMNEWS