SEMARANG, RMNEWS.ID- Tokoh publik Uya Kuya dan pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah, resmi menyandang gelar magister setelah mengikuti prosesi Wisuda ke-95 Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/12/2025).
Prosesi wisuda yang dipimpin langsung Rektor Unissula Prof Dr Gunarto tersebut diikuti oleh 868 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Gus Miftah meraih gelar Magister Pendidikan Agama Islam (M.Pd), sementara Surya Utama atau Uya Kuya menyandang gelar Magister Ilmu Hukum (M.H).
Dalam sambutannya, Prof Gunarto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh wisudawan yang telah mempercayakan Unissula sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.
Ia menegaskan posisi Unissula sebagai perguruan tinggi unggulan di tingkat nasional maupun internasional.
“Unissula adalah kampus unggul di tingkat nasional dan internasional. Saat ini menduduki peringkat 401 dunia, peringkat 95 Asia, peringkat 4 perguruan tinggi swasta terbaik nasional, serta peringkat 1 PTS di Jawa Tengah,” ujar Prof Gunarto, dikutip dari Antara, Minggu (14/12/2025).
Gus Miftah diketahui bukan kali pertama menempuh pendidikan di Unissula.
Sebelumnya, ia juga menyelesaikan studi sarjana pada Program Studi Pendidikan Agama Islam di kampus yang sama. Dengan kelulusan ini, gelar akademik lengkap Gus Miftah adalah Miftah Maulana Habiburrahman, S.Pd., M.Pd.
Dalam studi magisternya, Gus Miftah mengangkat tesis berjudul “Relevansi Living Dakwah dalam Penguatan Pendidikan Wawasan Kebangsaan di Pesantren Ora Aji Yogyakarta”.
Penelitian tersebut mengkaji praktik dakwah kontekstual dan kontribusinya dalam membentuk karakter kebangsaan santri melalui pendekatan keteladanan, interaksi sosial, serta nilai-nilai kultural pesantren.
Melalui konsep living dakwah, Gus Miftah menekankan bahwa dakwah tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas verbal atau ceramah semata, melainkan sebagai praktik sosial-keagamaan yang diwujudkan dalam tindakan nyata dan kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam menanamkan nilai cinta tanah air, toleransi, serta penghargaan terhadap keberagaman di lingkungan pesantren.
Sementara itu, Uya Kuya tercatat telah lebih dulu menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) angkatan 1994 dengan gelar Sarjana Ilmu Politik.
Keberhasilannya meraih gelar magister di Unissula menambah deretan prestasi akademik figur publik tersebut.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Antara


