BATAM, RMNEWS.ID-Pekerjaan proyek peningkatan drainase kawasan Puriloka Sungai Panas, Kintamani Batam Centre sepertinya terbengkalai. Proyek dengan nomor kontrak : 08/000.3.3/KONTRAK/PTSDP/DRAINASE/VII/2026 dengan nilai Rp.3,131,313,113. Proyek itu dikerjakan asal jadi dan amburadul, sehingga dikeluhkan warga sekitar.
Warga sekitar proyek mengeluhkan keberadaan prodrainase itu bukannya meningkatkan drainase agar tidak terjadi banjir, tapi malah kebalikannya ketika hujan datang warga sekitar perumahan mereka mengaku justru kebanjiran.

Proyek Drainase Senilai Rp 3,1 Miliar Dikerjakan Asal Jadi Dan Amburadul. (Foto/Anwar).
Proyek pembangunan dan peningkatan drainase yang dikerjakan CV Megah Engineering Persada sebagai kontraktor pelaksana diduga kuat dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknik.
Proyek tersebut seperti ditinggalkan begitu saja, disekitar proyek juga kayu dan besi bekas proyek itu berserakan tanpa dibersihkan sebagaimana layaknya pekerjaan proyek yang sudah siap.
Dilokasi proyek juga alat berat sudah tidak kelihatan, sehingga ada anggapan proyek drainase itu telah selesai dengan meninggalkan kerusakan sejumlah fasilitas umum (fasum), seperti rusaknya aspal jalan.
Pantauan awak media ini di lokasi, pembangunan drainase tersebut terlihat memang sudah siap, namun pekerjaan proyek itu banyak kejanggalan dan tidak sempurna, terutama pembangunan dinding atau tembok coran lebih banyak pasir dari pada semen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Kota Batam Metra Dinata, belum berhasil dikonfirmasi terkait buruknya pekerjaan proyek drainase di Puriloka.***
(rm/mwd/au).

