ACEH BARAT, RMNEWS.ID– Musibah banjir bandang yang menerjang Gampong Seuradeuk, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, menyisakan cerita yang luar biasa.
Alih-alih hanya tumpukan lumpur dan kerusakan, warga setempat justru dikejutkan dengan penemuan butiran emas yang berserakan di sekitar permukiman mereka setelah air surut.
Fenomena langka ini menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @medanpunyacerita_ dan mendapat perhatian luas dari warganet.
“Musibah banjir berujung kejutan: emas,” tulis akun tersebut pada Jumat (19/12/2025), seperti dilansir AJNN.
Penemuan ini bermula saat warga sedang bergotong royong membersihkan sisa-sisa material banjir dan lumpur yang masuk ke rumah.
Saat sedang membersihkan halaman, perhatian warga teralih oleh kilauan kecil yang muncul dari permukaan tanah.
Setelah diperiksa lebih teliti, kilauan tersebut ternyata adalah butiran emas murni.
Kabar ini pun dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut, memicu gelombang warga lain untuk ikut mencari keberuntungan di sekitar lokasi tersebut.
Dalam potongan video yang beredar, terlihat warga antusias mencari emas menggunakan metode tradisional.
Dengan peralatan seadanya seperti piring dan penyaring, mereka telaten menyisir dan menyaring gumpalan tanah yang dibawa oleh arus banjir bandang beberapa waktu lalu.
Banjir yang semula dianggap sebagai bencana yang melumpuhkan aktivitas ekonomi, kini justru memberikan harapan baru bagi warga yang tengah berusaha bangkit dari keterpurukan.
Hingga saat ini, asal-usul butiran emas tersebut masih menjadi misteri.
Muncul dugaan bahwa arus kuat banjir bandang telah mengikis endapan emas dari hulu sungai atau pegunungan di sekitar Woyla Timur dan membawanya turun ke permukiman warga.
Meski menjadi kabar gembira, penemuan ini juga memicu beragam komentar dari warganet.
Banyak yang merasa bersyukur atas rezeki tak terduga tersebut, namun ada pula yang mengkhawatirkan status kepemilikan emas tersebut. “Aduh jangan diviralin, nanti dibilang milik negara,” tulis akun @orsnri di kolom komentar.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: AJNN

