🔥 TERKINI
Home » Peristiwa » Banjir Bandang Sitaro Telan 16 Korban Jiwa, Tiga Warga Masih Hilang

Banjir Bandang Sitaro Telan 16 Korban Jiwa, Tiga Warga Masih Hilang

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Material batu-batuan memenuhi jalanan pascabanjir bandang yang menerjang tiga kecamatan di di Kabupaten Kepualauan Sitaro, Sulsel. (Foto/Doc)

SITARO, RMNEWS.ID- Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro kembali bertambah.

Hingga Selasa (6/1/2026), tercatat 16 orang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sementara tiga warga lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan operasi pencarian korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

ADVERTISEMENT

“Per Selasa pukul 14.00 WIB, tiga orang masih dinyatakan hilang dan saat ini dalam proses pencarian. Selain itu, ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” ujar Abdul Muhari, dilansir dari Detik.

Ia menambahkan, dari total korban meninggal dunia, sejauh ini lima jenazah telah berhasil diidentifikasi.

Sementara itu, sebanyak 22 warga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan setempat. Dua korban dengan kondisi lebih serius dirujuk ke rumah sakit di Manado.

BNPB juga mencatat jumlah pengungsi sementara mencapai sekitar 682 jiwa. Angka tersebut masih berpotensi berubah seiring proses pendataan lanjutan di lapangan.

Banjir bandang ini berdampak pada empat kecamatan, yakni Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan, yang mencakup dua kelurahan serta enam desa.

Selain korban jiwa, bencana juga menimbulkan kerusakan signifikan pada permukiman dan infrastruktur.

Data sementara menunjukkan tujuh unit rumah dilaporkan hanyut terbawa arus, 29 rumah mengalami kerusakan berat, dan 112 rumah lainnya rusak ringan.

Sejumlah ruas jalan terputus, sementara beberapa kantor dan fasilitas publik turut terdampak. Pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan oleh petugas di lokasi.

Dalam penanganan darurat, BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro bekerja sama dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Basarnas, TNI/Polri, aparat kecamatan dan kelurahan, serta relawan.

Fokus utama saat ini adalah pencarian korban hilang, evakuasi warga terdampak, serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

“Bantuan logistik darurat sudah disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengungsi,” kata Abdul Muhari.

Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus mengintensifkan upaya penanganan bencana, agar proses pencarian korban, pemulihan wilayah terdampak, dan pelayanan kepada para pengungsi dapat berjalan optimal.**

Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Detik

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
RMNEWS