LANGKAT, RMNEWS.ID- Rasa tenteram warga Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, kian terkikis.
Dalam sepekan terakhir, masyarakat mengeluhkan maraknya aksi pencurian yang terjadi berulang dan diduga berkaitan dengan keberadaan sebuah barak mencurigakan di sekitar permukiman.
Seorang warga setempat mengungkapkan, sejak barak tersebut berdiri, situasi keamanan kampung berubah drastis.
“Dulu memang pernah ada maling, tapi sekarang kejadiannya makin sering. Setelah ada barak itu, kampung jadi tidak aman,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Ia menyebut keluarganya sendiri menjadi korban pencurian.
Keluhan tersebut, kata dia, sudah disampaikan secara berjenjang kepada perangkat desa, mulai dari RT hingga kepala desa.
Namun hingga kini, belum terlihat langkah nyata untuk menindaklanjuti keresahan warga. “Sudah dilapor, tapi tidak ada respon. Kami seperti dibiarkan,” tuturnya dengan nada kecewa.
Barak yang dimaksud berada tak jauh dari Jalan Lintas Medan–Aceh, jalur utama yang ramai dilalui kendaraan.
Dari jalan raya, bangunan sederhana itu terlihat jelas. Setiap malam, warga menyebut sekelompok anak muda kerap berkumpul di lokasi tersebut, memicu kecurigaan adanya aktivitas transaksi narkoba.
Dalam kurun waktu singkat, sejumlah barang berharga dilaporkan raib, mulai dari unit pendingin ruangan (AC), telepon genggam, hingga peralatan rumah tangga lainnya.
“Dalam satu minggu sudah dua kali kejadian. Padahal barak itu baru sekitar dua bulan ada,” ungkap warga lainnya.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan barak tersebut sempat ditindak aparat.
Namun, aktivitas di lokasi itu diduga kembali berjalan. “Katanya pernah digerebek, tapi sekarang masih ramai lagi,” ujar seorang warga.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait peran aparat dan pemerintah desa dalam menjaga keamanan lingkungan.
Warga berharap ada langkah tegas agar kampung mereka tidak berubah menjadi wilayah rawan kriminalitas.
Sementara itu, David Triyo Prasojo saat dikonfirmasi terkait dugaan keberadaan barak narkoba dan meningkatnya pencurian di Desa Air Hitam, belum memberikan penjelasan rinci.
Ia hanya menyampaikan respons singkat, “Terima kasih atas informasinya.”
Bagi warga, jawaban tersebut belum cukup. Mereka menanti tindakan nyata agar rasa aman dapat kembali, sebelum keresahan berkembang menjadi ancaman yang lebih luas bagi kehidupan kampung.**
Redaktur: Gusti Rangga
Laporan: Supriadi MY RMNEWS.ID Sumut

