🔥 TERKINI
Home » Batam » Wali Kota Batam Amsakar Hadiri Silaturahmi Bersama RT, RW Dan LPM Kec. Nongsa

Wali Kota Batam Amsakar Hadiri Silaturahmi Bersama RT, RW Dan LPM Kec. Nongsa

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Wali Kota Batam Amsakar Achmad Hadiri Silaturahmi Bersama RT, RW Dan LPM Kecamatan Nongsa. (Foto/Humas).

BATAM, RMNEWS.ID-Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyoroti persoalan distribusi air bersih dan pengawasan aktivitas cut and fill di Kecamatan Nongsa.

Kedua isu tersebut menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan pelayanan publik sekaligus memastikan pembangunan berjalan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat.

Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri silaturahmi bersama RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Nongsa di Hokkie Hotel Batam, Kompleks Punggur Center, Kabil, Nongsa, Minggu (18/10/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam pertemuan tersebut, Amsakar mengajak masyarakat memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah. Menurutnya, silaturahmi menjadi sarana untuk menyerap aspirasi, mengetahui persoalan yang dihadapi warga, serta mencari solusi bersama.

“Silaturahmi ini kita lakukan untuk mendekatkan jarak antara pemerintah dan masyarakat. Di satu sisi, kami ingin mendengar secara langsung apa yang menjadi aspirasi warga. Di sisi lain, kita ingin mempertemukan pemikiran dan hati agar terbangun kesepahaman dalam melangkah bersama membangun Batam,” ujarnya.

Amsakar juga memaparkan sejumlah indikator perkembangan Kota Batam, mulai dari pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan tingkat pengangguran terbuka, hingga kunjungan wisatawan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menegaskan, perkembangan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Karena itu, komunikasi dengan masyarakat perlu terus dijaga agar pemerintah dapat mengetahui kebutuhan warga dan menangani persoalan secara tepat.

“Perkembangan Batam saat ini memberikan optimisme bagi kita. Namun, pertumbuhan yang ada harus berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan publik. Karena itu, komunikasi dengan masyarakat perlu terus kita jaga agar setiap persoalan dapat diketahui dan ditangani secara tepat,” katanya.

Salah satu persoalan yang dibahas dalam pertemuan itu adalah distribusi air bersih di sejumlah wilayah Nongsa. Amsakar mengakui, masih ada kawasan yang mengalami gangguan pelayanan, di antaranya wilayah belakang Polda, Sambau, dan Teluk Mata Ikan.

Menurutnya, penanganan persoalan air bersih dilakukan secara bertahap. Sejumlah wilayah telah mendapatkan aliran air, sedangkan kawasan lainnya masih membutuhkan penyelesaian melalui pembangunan dan pengembangan infrastruktur pendukung.

Pemerintah terus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan, termasuk pembangunan booster untuk mendukung distribusi air bersih. Pemasangan pipa transmisi dari kawasan resor menuju Sambau juga telah dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan pelayanan.

Amsakar berharap pekerjaan yang sedang berlangsung dapat meningkatkan distribusi air bersih sehingga kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan lebih baik.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, pihak terkait, dan masyarakat dalam menyampaikan informasi mengenai kendala pelayanan. Informasi dari warga dinilai penting untuk membantu memetakan persoalan dan menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Selain persoalan air bersih, Amsakar menyoroti aktivitas cut and fill yang berkaitan dengan perkembangan investasi di Kecamatan Nongsa. Ia menilai, Nongsa memiliki potensi investasi yang besar dan terus berkembang. Aktivitas pembangunan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi pelaksanaannya harus tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

“Investasi memang membutuhkan pembangunan, tetapi pelaksanaannya harus tetap memperhatikan lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Jangan sampai kegiatan pembangunan yang berjalan justru mengganggu kenyamanan warga. Karena itu, aktivitas tersebut harus tetap kita awasi,” tegasnya.

Amsakar menekankan, pengawasan terhadap kegiatan pematangan lahan perlu dilakukan agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan tidak mengabaikan kepentingan masyarakat. Dampak yang mungkin ditimbulkan selama proses pengerjaan juga perlu menjadi perhatian pihak terkait.

Dalam hal ini, peran RT, RW, dan LPM dinilai penting untuk membantu pemerintah memantau kondisi lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan aktif menyampaikan aspirasi, melaporkan persoalan yang muncul, serta menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah.

Melalui silaturahmi tersebut, Amsakar berharap komunikasi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat. Dengan kolaborasi yang baik, persoalan pelayanan dasar, termasuk distribusi air bersih, dapat ditangani secara bertahap, sementara pembangunan di Nongsa tetap berjalan dengan memperhatikan lingkungan dan kebutuhan warga.***

(rm/humas diskomimnfo).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
RMNEWS