BATAM,RMNEWS.ID – Proyek pembanggunan gedung Kantor Badan Intelijen Negara (BIN) Batam dilanjutkan oleh Dinas Pekerjaan Umum,Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepulauan Riau dengan menggunakan Anggaran APBD Provinsi KEPRI Tahun Anggaran 2022.
Namun dalam penggerjaan Proyek pembanggunan gedung Kantor BIN tersebut diduga kurang pengawasan, baik dari,Dinas Pekerjaan Umum,Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi KEPRI,serta Kontraktor pemenang lelang CV.AQJ GEMILANG dan juga Konsultan Pengawas CV.ABHISA KONSULTAN.
Sesuai Pantauan wartawan RMNEWS.ID di lokasi proyek pembanggunan gedung Kantor BIN Batam Senin 15/08/22 sekitar pukul 10:15 WIB belum ada pengawas yang datang baik dari kontraktor ataupun dari konsultan pengawas dan juga dari orang dinas PU Penataan Ruang dan Pertanahan KEPRI.

Wartawan RMNEWS.ID mencoba bertanya kepada salah satu orang yang berada di lokasi proyek pembangunan Kantor BIN Batam tersebut yang penampilanya rapi dan tidak seperti pekerja proyek lainnya.Mengenai pengawas yang sudah datang ke lokasi proyek baik dari Dinas PU Penataan Ruang dan Pertanahan KEPRI atau dari pihak Kontraktor dan juga dari Konsultan Pengawas orang tersebut mengatakan belum ada yang datang.
“Pengawasnya belum ada yang datang”kata orang yang berpakaian rapi dan enggan disebutkan namanya.
Kurangnya pengawasan proyek penbangunan gedung Kantor BIN Batam tersebut juga terbukti dengan cara pemasangan plang papan proyek yang dipasang asal – asalan.Plang papan proyek tersebut pernah jatuh karena pemasanganya kurang kuat sehingga jatuh di terpa angin.Padahal pemasangan plang papan proyek itu sangat penting supaya masyarakat mengetahui proyek tersebut.
BATAM,RMNEWS.ID – Proyek pembanggunan gedung Kantor Badan Intelijen Negara (BIN) Batam dilanjutkan oleh Dinas Pekerjaan Umum,Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepulauan Riau dengan menggunakan Anggaran APBD Provinsi KEPRI Tahun Anggaran 2022.
Namun dalam penggerjaan Proyek pembanggunan gedung Kantor BIN tersebut diduga kurang pengawasan, baik dari,Dinas Pekerjaan Umum,Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi KEPRI,serta Kontraktor pemenang lelang CV.AQJ GEMILANG dan juga Konsultan Pengawas CV.ABHISA KONSULTAN.
Sesuai Pantauan wartawan RMNEWS.ID di lokasi proyek pembanggunan gedung Kantor BIN Batam Senin 15/08/22 sekitar pukul 10:15 WIB belum ada pengawas yang datang baik dari kontraktor ataupun dari konsultan pengawas dan juga dari orang dinas PU Penataan Ruang dan Pertanahan KEPRI.
Wartawan RMNEWS.ID mencoba bertanya kepada salah satu orang yang berada di lokasi proyek pembangunan Kantor BIN Batam tersebut yang penampilanya rapi dan tidak seperti pekerja proyek lainnya.Mengenai pengawas yang sudah datang ke lokasi proyek baik dari Dinas PU Penataan Ruang dan Pertanahan KEPRI atau dari pihak Kontraktor dan juga dari Konsultan Pengawas orang tersebut mengatakan belum ada yang datang.
“Pengawasnya belum ada yang datang”kata orang yang berpakaian rapi dan enggan disebutkan namanya.
Kurangnya pengawasan proyek penbangunan gedung Kantor BIN Batam tersebut juga terbukti dengan cara pemasangan plang papan proyek yang dipasang asal – asalan.Plang papan proyek tersebut pernah jatuh karena pemasanganya kurang kuat sehingga jatuh di terpa angin.Padahal pemasangan plang papan proyek itu sangat penting supaya masyarakat mengetahui proyek tersebut.
Laporan : Winarto Rmnews.id


