PALEMBANG, RMNEWS.ID- Setelah 15 hari tidak diguyur hujan, membuat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) semakin meluas.
Adapun, karhutla terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, Musi Rawas, Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin, Empat Lawang, dan Penukal Abab Lematang Ilir (Pali).
Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Sumsel, Ferdian Krisnanto mengatakan meski luasan lahan terbakar baru beberapa hektare, kondisi itu berdampak pada sebaran titik panas yang meningkat.
“Dari pantauan satelit, titik panas makin meningkat, “ungkap Ferdian, mengutip JPNN, Minggu (28/7/2024).
Ferdian menyebut, bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pemadaman di titik lokasi karhutla.
“Pemadaman masih berlangsung di Kabupaten Pali yang sudah tiga hari, disusul Kabupaten Ogan Ilir dengan jenis lahan mineral,” ucapnya.
Menurut Ferdian, ketersediaan air kanal di sekitar lahan kini juga mulai menipis, sehingga menjadi kendala saat pemadaman jalur darat.
Oleh karena itu, patroli melalui jalur udara (water bombing) lebih berkala dan masif dilakukan untuk memastikan kerawanan sebaran titik panas tersebut tidak berubah menjadi titik api.
“Hal ini dilakukan agar pemadaman dapat dilakukan lebih awal untuk menekan eskalasi kebakaran meluas,” pungkas Ferdian.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: JPNN


