🔥 TERKINI
Home » Batam » Tiap Tahun Anggaran Ngalir, Kondisi Kebun Raya Batam Tak Terawat

Tiap Tahun Anggaran Ngalir, Kondisi Kebun Raya Batam Tak Terawat

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Kebun Raya Batam, yang berlokasi di Nongsa kondisinya sangat memprihatinkan. (Foto : Ikhsan).

BATAM, RAKYAT MEDIA-Aroma dugaan korupsi dalam pengelolaan Kebun Raya Batam, bisa dikatakan sangat nampak sekali. Pasalnya, meski tiap tahun anggaran untuk perawatan kebun raya Batam yang berlokasi di Nongsa tersebut terus mengalir. Namun kondisi lokasi pariwisata milik Pemerintah Kota Batam sangat memprihatinkan, terlihat gersang, tanaman bunga dan rumput  tampak kekeringan seperti tidak pernah disiram.

Begitu juga tumbuhan pepohonan untuk penghijauan agar kebun raya tersebut telihat asri dan sejuk kondisinya seperti pepatah kerakap tumbuh dibatu, hidup segan mati tak mau. Bisa jadi karena kondisi kebun raya Batam terasa gersang dan tidak nyaman untuk dikunjungi maka lokasi ini kabarnya jarang dikunjungi warga untuk berwisata ke kebun raya Batam.

 Pintu masuk tempat wisata ini kelihatan gersang tanaman rumput maupun bunga kering. (Foto : Ikhsan)

ADVERTISEMENT

Pantauan Rmnews.Id dilokasi Kebun Raya Batam Nongsa, Rabu (13/9/2023), kebun Raya Batam, yang dikelola Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Pemko Batam, dari mulai gerbang pintu masuk tempat wisata ini kelihatan gersang tanaman rumput maupun bunga dan tumbuhan penghijauan mengering seperti tak pernah disiram dan dipupuk.

Bahkan kiri kanan jalan masuk hingga di dalam lokasi semak belukar rumput liar dan ilalang. Besi besi yang berdiri sebagai hiasan dan merk depan pintu masuk juga sudah berkarat karena tidak pernah dicat. Didalam lokasi kebun raya juga seperti kolam yang ada di dalam juga semak belukar dan tak terawat, begitu juga tempat buang air (WC) dibiarkan rusak dan kotor terlihat sama sekali tidak diurus.

Besi besi yang berdiri sebagai hiasan dan merk depan pintu masuk berkarat. (Foto : Ikhsan).

Tak hanya itu, kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) kebun Raya Batam, selalu sepi dan tidak ada pegawai yang bekerja, begitu juga karyawan atau pekerja yang melakukan perawatan di lokasi tersebut kebanyakan tidur. Boleh dikatakan para pegawai dan pekerja di kebun raya Batam itu makan gaji buta. Bahkan lokasi kebun Raya Batam yang begitu luas, karyawan yang bekerja dilokasi tersebut hanya beberapa orang saja.

Kondisi di lokasi sekitar kolam tampak gersang tidak ada pemohonan tumbuh. (Foto : Ikhsan).

Padahal, informasi yang diperoleh media ini dari sumber di internal Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Pemko Batam, anggaran perawatan yang dikeluarkan dari dana APBD tiap tahun nilainya cukup besar mmencapai miliaran rupiah. Namun nyatanya Kebun Raya Batam tidak ada perawatan.

Tanaman bunga sekitar lokasi mati kekeringan. (Foto : Ikhsan).

Hingga berita ini ditayangkan Kepala  Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Pemko Batam, Drs. Eryudhi Apriadi, belum berhasil dikonfirmasi terkait tidak terawatnya Kebun Raya Batam. Sementara KUPT Kebun Raya Batam, Adek Lanovia,ST, ketika hendak ditemui untuk konfirmasi, Rabu (13/9/2023) tidak berada di kantornya.

Ibu Munik salah seorang penjaga kantor tersebut mengatakan, bahwa Kepala KUPT Kebun Raya Batam, jarang masuk kantor, disini memang ada pegawai yang lain mereka sedang keluar,” Kalo pak Adek memang jarang masuk, mungkin di kantor Sekupang, di kantor ini hanya ada dua pegawai satu bernama Rojik, mereka sedang keluar istirahat,” kata ibu Munik yang mengaku tinggal di kantor tersebut..

Kondisi di lokasi sekitar kolam tampak gersang tidak ada pemohonan tumbuh. (Foto : Ikhsan).

Ketika ditanya, berapa jumlah karyawan atau pekerja yang merawat kebun Raya Batam tersebut. Ibu yang bertubuh gemuk mengatakan, pekerja yang merawat lokasi kalo tidak salah ada 6 orang,”Kalau saya tidak salah karyawan atau pekerja perawatan kebun raya disini ada enam orang, memang sebenarnya ada 12 orang, tapi saya lihat belakangan ini yang kerja hanya 6 orang, sedangkan pegawai kantor ada 2 orang,” kata ibu Munik.***

Redaksi : Mawardi.

 

 

 

ADVERTISEMENT
RMNEWS