JAKARTA, RMNEWS.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menunda pemungutan suara kabinet untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok Hamas di Gaza, demikian laporan dari BBC.
Netanyahu menuduh Hamas berupaya mengubah kesepakatan pada menit-menit terakhir.
Meskipun negosiator Israel telah menyetujui kesepakatan tersebut setelah berbulan-bulan berunding, perjanjian itu tidak dapat dilaksanakan hingga disahkan kabinet Israel.
“Kabinet tidak akan bersidang hingga Hamas menerima semua elemen perjanjian,” kata kantor Netanyahu sebagaimana dilansir dari IDX Channel pada Jumat (17/1/2025).
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengakui ada beberapa isu yang masih harus diselesaikan. Namun, ia yakin gencatan senjata akan tetap dimulai pada Minggu sesuai rencana.
“Kami saat ini sedang berupaya menyelesaikan hambatan itu,” ujar Blinken.
AS berperan sebagai mediator dalam perundingan antara Israel dan Hamas. Washington bekerja sama dengan Qatar dan Mesir.
Pada tahap awal, gencatan senjata di Gaza akan berlangsung selama 42 hari. Hamas akan melepaskan 33 sandera, sementara Israel akan membebaskan ratusan tahanan Palestina.
Hamas dilaporkan berupaya memasukkan nama sejumlah petingginya dalam daftar tahanan Palestina yang akan dibebaskan Israel. Hal tersebut yang diprotes Netanyahu dan menyebabkan penundaan pemungutan suara kabinet Israel.
Editor: Andika
Sumber: IDX Channel
























































