JAKARTA, RMNEWS.ID-Akhirnya Rismon Hasiholan Sianipar menyerah dan memilih jalan damai. Tindakan ini langsung mengejutkan semua orang. Pasalnya, Rismon yang sebelumnya dikenal lantang berbicara, tiba-tiba berubah jadi lemah.
Dalam unggahan video pada Rabu (12/3/20267), pengakuan Rismon bahwa ia mengaku salah telah menuding Jokowi memiliki ijazah palsu. Dalam pernyataan, Rismon secara terbuka mengakui adanya kekeliruan dalam analisis yang ia tuangkan terkait ijazah Jokowi selama ini.
Dalam buku berjudul ‘Jokowi White Paper, Rismon bersama Roy Suryo dan Dr Tifa sebelumnya mengungkap secara jelas dasar-dasar yang menjadi alasan sehingga ijazah Jokowi dipastikan palsu.
Bahkan Rismon berkali-kali mengatakan, “Saya yakin satu juta persen, ijazah Jokowi palsu,” kata Rismon di berbagai platform media sosial dengan suara keras dan meyakinkan.
Namun kini suaranya berubah lemah. Ia tiba-tiba saja mengaku bahwa data yang ia tampilkan dalam penelitian itu tidak lengkap.
“Sebagai peneliti yang bertanggung jawab terhadap kebenaran ilmiah, saya secara terbuka menyatakan ada koreksi-koreksi akibat data yang tidak lengkap,” ujar Rismon dalam pernyataannya.
Rismon menjelaskan bahwa kesalahan analisis sebelumnya disebabkan oleh faktor teknis seperti rotasi, translasi, hingga resolusi data yang diuji. Hal ini membuatnya menarik kembali pernyataan-pernyataan sebelumnya yang menyudutkan Presiden ke-7 RI tersebut.
Secara mengejutkan, Rismon juga menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Joko Widodo. Dia merasa temuan lamanya telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Temuan saya sebelumnya telah melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi sendiri. Saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman,” tuturnya. Dikutip dari laporan dilansir media online Kajianberita, Rabu (18/3/2026).
Pria yang menulis lebih dari 400 halaman di buku Jokowi White Paper itu menegaskan bahwa permintaan maaf ini adalah bentuk integritasnya sebagai seorang ilmuwan. Baginya, objektivitas harus berada di atas segalanya.
Rismon mengeklaim permintaan maaf ini dilakukan tanpa ada tekanan dari pihak mana pun. Dia menyebut langkah ini murni karena adanya kebenaran baru yang ia temukan dari hasil uji laboratorium terbaru. Rismon juga menyatakan siap mempertanggungjawabkan pengakuan ini di ruang akademis.
Rismon tidak gentar meski keputusannya ini bakal menuai pro dan kontra di kalangan pendukungnya selama ini.
“Penelitian itu harus bersandar pada objektivitas. Inilah yang mendasari saya untuk secara terbuka menyatakan kekeliruan tersebut,” kata Rismon. Malah ia berencana bertemu dengan Jokowi untuk meminta maaf secara langsung.
Tentu saja sikap Rismon ini memunculkan keanehan karena sangat bertolak belakang dengan sikap garangnya selama ini. Publik tentu tidak pernah lupa akan kata-kata Rismon,
“ Sejuta persen saya yakin ijazah itu palsu!”. Itulah ucapan yang sangat terkenal sehingga meyakinkan banyak pihak bahwa Jokowi tidak jujur soal kampusnya.
Perubahan sikap Rismon ini mengundatang tanya publik, siapa sebenarnya anak muda ini?
Rismon sebelumnya dikenal sebagai akademisi yang tidak mengenal rasa takut. Siapapun dihantamnya, bahkan sekelas Tito Karnavian semasa menjabat Kapolri dalam kasus Tragedi KM 50.
Rismon yang jebolan Teknik UGM itu memuncak namanya ketika bergabung dalam isu dugaan kasus ijazah palsu Jokowi. Berbekal keahlian dalam digital forensic, Rismon membongkar sederet kejanggalan berkaitan Jokowi. Dari sejak kuliah, KKN, skripsi, hingga ijazah Jokowi yang diterbitkan UGM.
Alhasil, dalam setahun belakangan, Rismon lebih banyak menetap di Jakarta, meninggalkan Balige kampung halamannya.
Rismon bersama Roy Suryo dan kawan-kawan memilih berjuang bersama. Niatnya hanya satu, membuktikan ijazah Jokowi adalah palsu. Perangkat mereka cukup lengkap. Perjuangan mereka yang akrab disingkat RRT termasuk militan.
Namun Rismon membelot, mengikuti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, tiba-tiba menyatakan diri mundur dari kelompok itu. Eggi dan Damai memilih jalan lain usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya karena diduga mencemarkan nama baik Jokowi.
Hengkangnya Eggi dan Damai seolah menjadi klimaks perjuangan Rismon. Meskipun di berbagai kesempatan, Roy, Rismon, dan Tifa selalu tampil garang. Mereka menepis anggapan bahwa barisan sudah mulai pecah. Bahkan, performa mereka dalam setiap acara debat tetap meyakinkan untuk menegaskan bahwa ijazah Jokowi adalah palsu.
(rm/kb).























































