Peningkatan Keselamatan Transportasi Darat Menjelang Arus Mudik Lebaran: Upaya Kemenhub dan Peran Masyarakat
JAKARTA, RMNEWS.ID-Menjelang momen puncak mobilitas masyarakat seperti arus mudik Lebaran 2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara proaktif mengintensifkan upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas dan keselamatan transportasi. Fokus utama adalah memastikan setiap perjalanan, baik menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi, dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan sampai tujuan tanpa kendala berarti.
Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, menekankan bahwa kendaraan yang berkeselamatan adalah hak seluruh warga negara Indonesia. “Kami berharap masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran dapat merasakan kenyamanan dan ketenangan, serta yang terpenting, selamat sampai tujuan,” ujar Yusuf. Ia juga menyoroti pentingnya pengetahuan masyarakat dalam memilih kendaraan yang memenuhi standar keselamatan.
Inspeksi Keselamatan (Rampcheck): Jaminan Kelaikan Kendaraan Angkutan Umum
Untuk mewujudkan harapan tersebut, Kemenhub, bersama dengan dinas perhubungan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, secara rutin melaksanakan inspeksi keselamatan yang dikenal sebagai rampcheck. Kegiatan ini merupakan langkah krusial untuk memastikan bahwa setiap kendaraan angkutan orang yang beroperasi telah memenuhi persyaratan teknis keselamatan dan administrasi yang ditetapkan.
Tujuan utama dari rampcheck adalah memberikan rasa aman dan tenang bagi masyarakat yang menggunakan angkutan umum untuk bersilaturahmi ke kampung halaman atau sekadar bepergian. “Melalui rampcheck, kami ingin memastikan masyarakat yang menggunakan angkutan umum dapat merasa tenang, aman, dan nyaman selama perjalanan. Ini penting untuk meminimalisir potensi kecelakaan dan jumlah korban jiwa,” jelas Yusuf.
Memahami Hasil Rampcheck Melalui Stiker
Hasil dari inspeksi keselamatan ini dapat diakses dan dipahami dengan mudah oleh masyarakat. Kendaraan yang dinyatakan lulus rampcheck dan memenuhi seluruh aspek keselamatan akan ditempeli stiker khusus pada kaca depan. Stiker ini menjadi indikator visual bahwa kendaraan tersebut laik jalan dan siap melayani penumpang.
Sebaliknya, bagi kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis saat rampcheck, akan ditempelkan stiker silang berwarna merah. Yusuf mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan stiker yang terpasang di kaca depan kendaraan yang akan digunakan. “Apabila menemukan kendaraan dengan stiker silang warna merah, sebaiknya tidak menggunakan kendaraan tersebut karena terindikasi tidak memenuhi aspek keselamatan,” tegasnya.
Aplikasi Mitra Darat: Cek Kelaikan Kendaraan di Ujung Jari
Selain mengandalkan stiker visual, Kemenhub juga menyediakan solusi teknologi informasi untuk mempermudah masyarakat dalam memeriksa kelaikan kendaraan. Aplikasi Mitra Darat, yang dikembangkan oleh Kemenhub, memungkinkan pengguna untuk memverifikasi status keselamatan angkutan orang yang akan digunakan.
Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengakses informasi detail mengenai status keselamatan kendaraan, termasuk masa berlaku uji berkala (KIR) dan masa berlaku dokumen izin penyelenggaraan angkutan atau Kartu Pengawasan (KPS). “Kementerian Perhubungan telah menyiapkan aplikasi Mitra Darat. Masyarakat bisa melakukan pengecekan kondisi status kendaraan yang akan digunakan dengan cara mengakses aplikasi dan memasukkan plat nomor kendaraan. Status keselamatannya akan langsung muncul,” terang Yusuf.
Imbauan untuk Pengguna Kendaraan Pribadi
Tidak hanya bagi pengguna angkutan umum, Kemenhub juga memberikan imbauan penting bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan kendaraan pribadi. Perawatan berkala di bengkel terpercaya menjadi kunci utama untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan laik jalan.
Selain itu, perencanaan rute perjalanan sejak awal sangat disarankan. Pengemudi diimbau untuk selalu menyesuaikan kecepatan dengan kondisi cuaca dan jalan yang dihadapi, serta berhati-hati saat melintasi genangan air yang berpotensi mengganggu stabilitas kendaraan.
Kondisi Pengemudi: Faktor Kunci Keselamatan
Aspek paling krusial dalam keselamatan berkendara adalah kondisi fisik dan mental pengemudi. Yusuf menekankan pentingnya memastikan pengemudi dalam keadaan sehat dan prima sebelum memulai perjalanan.
“Kami menyarankan untuk beristirahat secara berkala setiap dua jam dan tidak memaksakan diri mengemudi lebih dari empat jam tanpa istirahat yang cukup,” pungkasnya. Dengan kombinasi kendaraan yang laik jalan, perencanaan yang matang, dan pengemudi yang bugar, diharapkan seluruh perjalanan mudik Lebaran dapat terlaksana dengan aman dan lancar.*
Laporan : wartawan rmnews.id Jakarta.
























































I’m amazed, I muet say. Rarely doo I encojnter
a blkog that’s equall educative and interesting, aand
withoout a doubt, youu have hitt tthe nail oon tthe head.
The problem is something noot enough menn and women arre
speaking intelligenrly about. Now i’m ery happy that I came across thijs in my sesarch foor something
elating too this.
My weeb paqge … xmxxtube.com
vcx2qa