AMERIKA SERIKAT, RMNEWS.ID-Pada usia 35 tahun, dia akhirnya berhasil memenangi Piala Dunia dalam pertandingan yang disebutnya sebagai laga terakhirnya di turnamen tersebut.
Menurut banyak orang, pencapaian itu mengukuhkan posisinya sebagai pesepak bola terbaik sepanjang masa.
Empat tahun sebelumnya, saat berusia 31 tahun, banyak pihak, termasuk orang-orang terdekatnya, mengira dia telah memainkan pertandingan Piala Dunia terakhirnya dan akan mengakhiri karier tanpa pernah mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola itu.
Namun kini, pada usia 39 tahun, Messi kembali membuktikan dirinya. Dia membantu Argentina menaklukkan Inggris dan membawa juara Amerika Selatan itu melaju ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.
Dua assist Messi membantu Argentina bangkit dari ketertinggalan untuk menang 2-1. Catatan itu membuatnya telah mengoleksi empat assist di Piala Dunia 2026, selain delapan gol yang sudah dicetaknya.
Dia kini menjadi salah satu pencetak gol terbanyak turnamen sekaligus berada di posisi kedua dalam daftar pemberi assist terbanyak.
Argentina akan menghadapi Spanyol, negara tempat Messi menghabiskan sebagian besar karier klubnya bersama Barcelona, dalam partai final yang akan digelar di New Jersey pada Senin (20/07) dini hari.
“Dia adalah pemain terbaik dalam sejarah. Saya tidak tahu apa lagi yang harus dia lakukan untuk membuktikannya. Mayoritas warga Spanyol mencintainya,” kata pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni.
“Mereka memiliki Lionel Messi. Mereka memiliki GOAT, yang terhebat sepanjang masa. Sepak bola ditentukan oleh momen-momen penting. Kita sempat berpikir Jude Bellingham atau Harry Kane yang akan menjadi penentunya, tetapi inilah alasan mengapa Messi adalah sang raja,” kata pundit BBC, Micah Richards.***
(rm/bbc news).






















































