JAKARTA, RMNEWS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan deklasifikasi dokumen terakhir perihal pembunuhan John F. Kennedy (JFK). Kasus pembunuhan eks Presiden AS yang terjadi pada 1963 ini diselimuti berbagai teori konspirasi.
Perpres perihal deklasifikasi itu diteken Trump pada Kamis (23/1/2025). Saat bersamaan Trump memerintahkan deklasifikasi dokumen pembunuhan pejuang hak sipil Martin Luther King Jr — yang tewas terbunuh pada insiden penembakan 4 April 1968.
Deklasifikasi berarti menghapus status rahasia dari dokumen tersebut. Dengan demikian, dokumen yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai rahasia negara menjadi tersedia untuk umum atau publik dan bisa diakses oleh siapa saja.
“Itu hal yang besar, ya? Banyak orang telah menunggu ini selama bertahun-tahun, selama beberapa dekade,” ucap Trump kepada wartawan saat menandatangani perpres di Ruang Oval Gedung Putih, seperti dikutip dari AFP, dilansir dari Kumparan.
“Semuanya akan terungkap,” imbuh Trump.
Setelah meneken perpres, Trump memberikan pena yang digunakan kepada kemenakan JFK, Robert F. Kennedy Jr. Saat ini Robert adalah pria yang dinominasikan Trump sebagai Menteri Kesehatan.
Adapun pada perpres itu, Trump meminta dokumen mengenai JFK dirilis secara lengkap dan penuh tanpa adanya penyuntingan pada berkas tersebut. “Demi kepentingan nasional, semua catatan terkait pembunuhan ini harus segera dirilis tanpa penundaan,” jelas perintah tersebut.
Trump sendiri pada hari pelantikan berjanji akan merilis semua dokumen terkait pembunuhan JFK yang berlangsung empat dekade lalu.
Sebenarnya Arsip Nasional AS sudah merilis puluhan ribu catatan mengenai pembunuhan JFK beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, ribuan catatan lainnya tidak dirilis ke publik atas alasan keamanan nasional.
Joh F. Kennedy (JFK) tepatnya ditembak mati di Dallas, Texas, pada 22 November 1963. Komisi Warren yang menyelidiki itu, menetapkan pelaku Lee Harvey Oswald, mantan penembak jitu marinir, bertindak sendirian.
Akan tetapi hasil yang diumumkan oleh Komisi Warren ditambah lambatnya pemerintah merilis berkas penuh pembunuhan memunculkan berbagai macam teori spekulasi di kalangan masyarata AS dan bahkan dunia.
Bahkan Robert F. Kennedy Jr. menuduh adanya keterlibatan CIA di balik tewasnya sang paman. Dia juga yakin CIA adalah dalang dari pembunuhan sang ayah (Robert F. Kennedy Sr) pada 1968.
FBI dan CIA pun juga pernah meminta penahanan perilisan dokumen untuk pembunuhan JFK.
Ratusan buku dan film telah mengadaptasi mengenai teori konspirasi pembunuhan JFK. Di samping CIA, rivalitas perang dengan melawan Uni Soviet, permusuhan Kuba, keterlibatan mafia sampai Wakil Presiden Lyndon Johnson adalah berbagai konspirasi yang ada pada pembunuhan JFK.
Editor : Adhya
Sumber : Kumparan























































