AMERIKA SERIKAT, RMNEWS.ID-Meski pemain andalan Inggris Elliot Anderson sudah bekerja keras untuk menjaga struktur permainan, tetapi kontribusinya belum cukup untuk mengendalikan tempo. Sehingga Inggris harus mengubur ambisi menuju final piala dunia 2026.
Pada babak pertama, ia menerima kartu kuning setelah melanggar Lionel Messi, situasi yang membuatnya harus lebih berhati-hati.
Saat tekanan Argentina meningkat, Anderson kesulitan memberi jalan keluar progresif bagi tim. Inggris semakin banyak bertahan, dan rentang waktu singkat pada menit-menit akhir menjadi titik balik yang merugikan.
Jude Bellingham beberapa kali membawa bola ke sepertiga akhir dan memancing pelanggaran lawan. Meski demikian, gelandang Real Madrid itu tidak cukup memengaruhi ritme permainan Inggris. Emosinya ikut memuncak di penghujung laga, potret frustrasi skuad yang gagal mempertahankan keunggulan.
Harry Kane melakoni partai yang tidak banyak menghadirkan peluang bagi dirinya. Kapten Inggris itu nyaris tidak memiliki kesempatan berbahaya untuk menguji Emiliano Martinez sepanjang pertandingan.
Kane memang terlibat dalam rangkaian yang berujung pada gol Anthony Gordon. Namun setelah Inggris unggul, kontribusinya di lini depan kian menurun karena tekanan beruntun yang diberikan Argentina.
Minimnya ancaman dari Kane melengkapi malam sulit lini serang Inggris. Efektivitas yang merosot setelah memimpin memberi ruang bagi Argentina untuk membalikkan keadaan dan memastikan langkah ke final.***
(rm/bila.com).























































