JAKARTA, RMNEWS.ID – Kementerian Kesehatan menyebut Jawa Barat memiliki prevalensi diabetes tertinggi kedua di Indonesia. Sementara dari data International Diabetes Federation (IDF), sebanyak 74 persen penderita diabetes di Indonesia tidak terdiagnosis, dengan total mencapai 14,4 juta orang.
Hal ini disebabkan minimnya akses terhadap alat pemantauan gula darah yang efektif menjadi penyebab penderita diabetes tidak terdiagnosis.
Persoalan ini menjadi perhatian dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mengingat diabetes merupakan ibu dari segala penyakit. Melihat tingginya kasus Diabetes di Jawa Barat, Kemenkes dan Roche menggelar program Ayo Sehat Festival.
Mengutip dari Okezone, program ini untuk mendorong akses terhadap perawatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang diabetes. Adapun kegiatan dari acara tersebut adalah 1.000 pemeriksaan gula darah gratis bagi masyarakat Bandung dan Jawa Barat.
Bila ditemukan masyarakat yang memiliki kadar gula darah tinggi, akan diberikan voucher pemeriksaan gula darah lanjutan HbA1c secara gratis untuk mengukur kadar gula darah rata-rata dalam 3 bulan.
Tes ini dapat dilakukan di Laboratorium Pramita, Bandung. Dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk rutin melakukan cek kesehatan.
“Perlu juga melakukan pengecekan kesehatan rutin, seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan lemak darah. Semua hal ini penting dilakukan untuk menjaga kita tetap sehat,” ujar Menkes Budi dalam acara Ayo Sehat Festival baru-baru ini.
Selain itu juga Menkes Budi mengajak masyarakat untuk melakukan langkah preventif agar terhindar dari penyakit diabetes.
“Masyarakat Indonesia harus tetap sehat, dan beberapa cara untuk menjaga kesehatan adalah dengan memperhatikan asupan makanan, berolahraga minimal 30 menit sehari, dan tidur yang cukup,” katanya.
Editor: Andika
Sumber: Okezone
























































