TULUNGAGUNG, RMNEWS.ID – Peristiwa keracunan makanan terjadi di Dusun Pasir, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung mengalami keracunan pada Senin (23/9/2024). Akibat peristiwa tersebut, satu warga meninggal dunia usai menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala Desa Junjung Hari Santoso mengatakan, setidaknya ada 12 warga mengalami keracunan massal usai makan nasi berkat acara kondangan. Awalnya, enam warga menghadiri acara kondangan di Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, pada Jumat (20/9).
“Awalnya hanya enam orang yang hadir pada acara kondangan keluarga di Kabupaten Blitar itu. Sepulang dari acara hajatan, mereka diberi 20 bungkus berkat untuk dibagikan,” jelasnya.
Kronologi Peristiwa Keracunan Makanan
Melansir dari Radar, Selasa (24/9/2024), setelah menghadiri acara kondangan, enam warga itu diberi 20 bungkus berkat untuk dibagikan ke setiap kerabatnya di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung Diketahui, berkat tersebut berisi nasi, lauk pauk, hingga jajanan desa khas kondangan.
Setelah membagikan puluhan bungkus berkat, kemudian warga menyantap nasi berkat yang berisikan daging ayam dan sambal goreng hati tersebut. Namun, setelahnya, warga mulai merasakan gejala keracunan pada Sabtu (21/9).
Diketahui ada 12 warga mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan beberapa warga juga mengalami diare. Mendapati hal tersebut, belasan warga itu langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan setempat. Namun sayangnya, salah satu wanita yakni Tri Wahyuni dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (21/9) usai dirawat secara intensif.
“Korban Tri Wahyuni pada pukul 05.00 WIB kondisinya drop hingga pukul 10.00 WIB. Lansia tersebut mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan,” ungkapnya.
Atas kejadian ini, pihaknya melaporkan kejadian itu ke Polsek Sumbergempol untuk menindaklanjuti laporan tersebut bersama Unit Inafis Polres Tulungagung. Petugas kemudian segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan memintai keterangan para saksi.
“Tadi petugas melakukan olah TKP sekitar pukul 10.00 WIB dan mengamankan beberapa barang bukti, yakni beberapa bungkus berkat yang diduga menyebabkan keracunan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Sumbergempol AKP Tri Nuartiko mengatakan, pengambilan sampel makanan yang telah dimakan belasan warga tersebut langsung dilakukan oleh Polsek Sumbergempol, Unit Tim Inafis Polres Tulungagung, dan Puskesmas Bendilwungu. Sempel makanan yang diambil itu dilakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebab warga mengalami keracunan.
Pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan pendataan serta memintai keterangan terhadap para korban yang mengalami keracunan. Kini, korban masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan dan belum bisa dimintai keterangan oleh petugas meski sebagian sudah stabil.
“Masih ada lima pasien yang masih menjalani perawatan, yang lain rawat jalan, tetapi mereka masih belum bisa dimintai keterangan,” tutupnya.
Editor: Andika
Sumber: Radar Tulungagung
























































