BATAM, RNWEWS.ID – Pengembangan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) generasi berikutnya, GPT-5, yang diberi nama kode “Orion” menghadapi kemunduran besar. OpenAI harus menunda peluncuran GPT-5 yang semula direncanakan pada pertengahan 2024, demikian kabar dari media Gizchina.
Melansir dari BeritaSatu, penundaan tersebut disebabkan oleh masalah teknis, tingginya biaya pengembangan, serta kebutuhan akan data pelatihan yang lebih baik.
Proyek GPT-5 mengalami sejumlah kendala dalam proses pelatihannya. Hal ini membatasi kemampuan model dalam menyelesaikan tugas-tugas kompleks.
Pada pertengahan 2023, OpenAI memulai tahap uji coba. Namun, efisiensi pemrosesan model jauh di bawah ekspektasi. Biaya tinggi juga menjadi tantangan utam. Satu kali pelatihan diperkirakan memakan anggaran hingga setengah miliar dolar.
OpenAI menyadari, data yang diambil dari internet tidak mencukupi untuk melatih model yang lebih canggih seperti GPT-5. Oleh karena itu, mereka mulai mengembangkan kumpulan data khusus dengan bantuan para ahli dari berbagai bidang.
Para ahli ini menyediakan materi berupa kode, solusi matematika, dan penjelasan ide-ide rumit untuk memperkaya data pelatihan. Meskipun langkah ini meningkatkan kualitas data, prosesnya memperlambat kemajuan proyek dan menambah biaya secara signifikan.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, OpenAI beralih fokus pada pengembangan model penalaran tingkat lanjut. Model ini dirancang untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah jangka panjang tanpa membutuhkan banyak pelatihan tambahan. Pendekatan ini menawarkan potensi besar, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam hal kompleksitas dan biaya.
CEO OpenAI Sam Altman telah mengonfirmasi, peluncuran GPT-5 harus ditunda dan tidak akan dirilis pada 2024. Meskipun demikian, OpenAI tetap berkomitmen untuk menciptakan AI yang lebih baik.
Editor: Andika
Sumber: BeritaSatu
























































