JAKARTA, RMNEWS.ID – Perusahaan raksasa kecerdasan buatan OpenAI menuduh DeepSeek, pesaingnya yang tiba-tiba muncul dari China, melakukan pencurian data, demikian laporan dari NBC News.
DeepSeek merilis Large Language Model (LLM) yang sangat efektif dan murah bulan ini. Hal tersebut mengejutkan Wall Street dan Silicon Valley, serta menyebabkan saham produsen chip terkemuka, Nvidia, anjlok.
OpenAI asal Amerika Serikat (AS) saat ini memimpin sektor AI global. Produknya seperti ChatGPT populer di seantero dunia.
Dilansir IDX Channel, OpenAI mengatakan bahwa sejumlah perusahaan China berupaya mengejar ketertinggalan melalui taktik yang dikenal dengan nama distilasi, di mana LLM dilatih menggunakan data yang dihasilkan oleh LLM lain. OpenAI yakin DeepSeek merupakan salah satu perusahaan tersebut.
“Kami menyadari dan meninjau indikasi bahwa DeepSeek mungkin telah melakukan distilasi menggunakan model kami secara tidak tepat,” kata OpenAI.
“Kami akan membagikan informasi lebih lanjut saat kami memahami lebih jauh persoalan ini,” sambung pernyataan tersebut.
Taktik distilasi sering kali dilarang dalam ketentuan layanan LLM, tetapi umum dalam industri ini. Namun, DeepSeek tidak menanggapi permintaan komentar tersebut.
Disisi lain, OpenAI sendiri dituduh membangun ChatGPT dengan mengakses konten pihak lain. OpenAI menjadi subjek berbagai tuntutan hukum terkait hal tersebut, termasuk dari The New York Times, yang mengklaim OpenAI membangun modelnya sebagian dengan menyerap jutaan berita surat kabar tersebut tanpa izin.
Editor: Andika
Sumber: IDX Channel
























































