BATAM, RMNEWS.ID – Fenomena Not in Education, Employment, or Training (NEET) kini menjadi sorotan di kalangan Gen Z. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 20,31% dari generasi ini berstatus NEET, yang berarti mereka tidak bersekolah, tidak bekerja, dan tidak mengikuti pelatihan keterampilan khusus.
Mayoritas Gen Z yang masuk dalam kategori ini berada dalam rentang usia 14-25 tahun, dan jumlahnya terus meningkat secara signifikan sejak 2023.
Faktor yang menyebabkan tingginya jumlah NEET di Indonesia di antaranya adalah ketimpangan akses pendidikan khususnya di beberapa daerah tertentu, ketidakpastian di dunia kerja yang membuat anak mudah susah mendapatkan kerja yang stabil, dan kurangnya keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja modern.
Status NEET juga berdampak sangat besar bagi Gen Z. Mereka akan cenderung kehilangan kesempatan untuk bisa mengembangkan potensi dari diri mereka. Hal ini juga dapat memengaruhi perekonomi negara.
Selain itu, dampak psikologis seperti kecemasan dan rasa tidak berdaya juga dapat muncul pada anak muda yang merasa terpinggirkan.
Fenomena NEET ini harus menjadi perhatian bersama agar Gen Z bisa lebih produktif dan memiliki masa depan yang lebih cerah. Pemerintah hingga masyarakat perlu bekerja sama untuk menciptakan lebih banyak peluang pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pekerjaan yang dapat membantu anak muda di Indonesia keluar dari status NEET.
Editor : Adhya
Sumber : Metronews
























































