BANDUNG, RMNEWS.ID- PT Dirgantara Indonesia (PTDI) saat ini terus mengembangkan sistem roket dan senjata terintegrasi bekerja sama dengan LIG Nex1 Korea Selatan dan PT SAS Aero Sishan dari Indonesia.
Menurut Direktur Niaga, Teknologi dan Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, berbagai kerja sama ini menegaskan komitmen PTDI dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional dan membangun sinergi global demi mendukung sistem pertahanan yang tangguh dan berdaya saing.
“Kerja sama dengan LIG Nex1 dari Korea Selatan maupun PT SAS Aero Sishan dari dalam negeri merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring aliansi teknologi, membuka peluang transfer teknologi, serta memperkuat rantai pasok nasional. Dalam rangka peningkatan TKDN, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat memberi nilai tambah bagi ekosistem industri pertahanan nasional dan berkontribusi langsung terhadap penguatan kapasitas teknologi dalam negeri,” ujar Arif, Selasa (1/7/2025), mengutip Metrotv.
Untuk penandatangan kerja sama dengan perusahaan pertahanan dari Korea Selatan LIG Nex1, disaksikan oleh Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Donny Ermawan Taufanto, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada 12 Juni 2025 lalu.
Dalam kerja sama itu disepakati kerja sama strategis yang mencakup kegiatan joint marketing, penjualan, produksi bersama, serta integrasi sistem senjata, meliputi torpedo ringan dan rudal anti kapal selam, sonobuoy, roket berpemandu kaliber 70 mm, roket berpemandu kaliber 130 mm, serta bom berpemandu GPS Korea (Korean GPS-Guided Bomb).
“Seluruh kegiatan pemasaran dan penjualan bersama sistem senjata ini akan difokuskan di wilayah Indonesia dan kawasan Asia Tenggara (ASEAN),” kata Arif.
Perjanjian ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), yang dilakukan secara simbolis langsung oleh Arif dan Executive Vice President Global Business Group – LIG Nex1, Paik Hyung Shik, dalam gelaran Indo Defence 2024 Expo & Forum hari kedua.
Kolaborasi ini sebut Arif, mempertegas eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan sistem pertahanan moderen yang saling menguntungkan dan berorientasi ke masa depan.
“PTDI juga telah sepakati MoU dengan PT SAS Aero Sishan untuk pengembangan unit peluncur roket 70mm dan pengadaan roket uji, serta pengembangan, produksi, pemasaran dan pemeliharaan roket FFAR 70 mm dan Guided Rocket Merah Putih,” ungkap Arif.
Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas integrasi sistem senjata secara lokal guna memperkuat rantai pasok industri pertahanan nasional, serta mendorong terwujudnya kemandirian alat utama sistem senjata (alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Metrotv
























































