BANDUNG, RMNEWS.ID-Acara kegiatan saresehan dan dialog tematik II sekaligus peresmian tugu keserasian sosial Sauyunan serta peresmian lapang bola volli gala. Acara yang digelar pada kamis 31 Desember 2020 jam 09:00 wib sampai dengan selesai dengan mengambil tema ” Forum keserasian Sosial” SAUYUNAN”desa tanjung wangi yang bertempat dilapang gala kp. leuwiliang,desa tanjung wangi, kec cicalengka, kab bandung.
Dengan 6 Acara kegiatan mulai dari pembacaan ayat suci alqur’an dan sambutan sambutan,sampai di akhir acara penandatanganan prasasti tugu forum keserasian sosial SAUYUNAN dan pembacaan do’a, acara yang hadiri langsung dari dinas kementrian sosial provinsi jawabarat Dadang wahidin S,sy ketua pordam provinsi jawabarat yang kebetulan tidak bisa hadir dan diwakili oleh Dra.Sunarti ,Msi selaku direktur perlindungan sosial korban bencana sosial,perwakilan bapenas prov jabar Dr.Maliki serta Dra. Enok perwakilan badan perlindungan dan jaminan sosial provpinsi jabar,kepala Dinsos kab bandung yang diwakili oleh Dedi Nadilah M,si beserta para tamu undangan lainnya.
Dan dihadiri para tamu undangan dari muspika kec Cicalengka,Kapolsek Cicalengka Akp. Aep Suhendi Sh,Danramil Cicalengka Kapten inf.Tedi Sopian,Sekcam Cucu hidayat,kades tanjung wangi Ius Rusmana ,tim tagana,beserta tamu undangan lainnya dari unsur tokoh masyarakat sekitar yang turut membantu sampai terselenggaranya acara ini.
Dalam sambutannya yang disampaikan Dr. Maliki dari Bapenas propinsi jawa barat. Semoga dengan tercapainya tempat keserasian sosial sauyunan yang menjadi perbatasan antar dua desa yang berdampingan kab bandung dan sumedang ,suatu tantangan dengan berbagai kalangan masyarakat yang majemuk dengan mempersatukannya antar perbatasan daerah yang bisa hidup saling berdampingan.”Maka kita akan mencegah suatu konflik didaerah ini. masyarakat bisa menggunakan sarana dengan sebaik sebaiknya sebagai sarana serbaguna menjaga ke arifan lokal didaerah yang berdampingan, dengan ke arifan lokal yang telah ada dan menjaganya. dengan tetap menjaga sifat dan adat budaya kegotong royongan(Sauyunan) sebagai ke arifan lokal dalam keserasian ketika hidup saling berdampingan dalam suatu wilayah perbatasan.imbuhnya
Disampaikan pula oleh Dra. Sunarti M,si selaku direktur perlindungan sosial korban bencana sosial, kami beserta tim sangat berterimakasih kepada para panitia penyelenggara,para tokoh masyarakat serta perwakilan bapenas serta segenap tamu undangan dan tim yang telah membantu tercapai nya kegaiatan ini dengan cara bergotong royong bahu membahu antar masyarakat perbatasan yang saling berdampingan untuk menjaga ke arifan lokal menjaga adat dan budaya kegotong royongan dilingkungan.”Kami atas nama kementrian sosial mengucapkan banyak terima kasih dan bangga dengan hasil yang dicapai dari kegiatan keserasian sosial Sauyunan didesa tanjung wangi,
Dimana pada tgl 31 Desember 2020 Kemensos Ri melalui direktorat perlindungan sosial korban bencana Sosial, yakin bahwa telah melaksanakan amanah tugas 100% dalam kegiatan keserasian sosial di seleruh indonesia. telah dilakukan dari 350 kesererasian sosial diantaranya di wilayah kec cicalengka kab bandung.
Mudah mudahan 31 desember tahun depan masyarakat bisa bertemu dan kumpul lagi dengan menjaga dan merawat rasa kesatuan antara perbatasan wilayah yang saling berdampingan antara, kab sumedang dan kab bandung.ujarnya
Diakhir acara, dilanjutkan dengan penandatanganan dua prasasti tugu keserasian sosial SAUYUNAN desa tanjung wangi oleh Dr. Sunarti M,Si dan Dr.Maliki dan selanjutnya melakukan poto bersama dengan para tamu undangan dan muspika serta paratokoh masyarakat setempat.
Laporan : Dany wartawan rmnews.id Kabupaten Bandung.























































