BATAM,RMNEWS.ID – Bertempat di Balairungsari Gedung Bida Utama Lantai 3 Kantor BP Batam Kota Batam telah berlangsung kegiatan penting dalam pembahasan pengembangan Kawasan Rempang tahun 2023. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait untuk membahas langkah-langkah strategis dalam pengembangan kawasan tersebut. Kamis (15/6/2023).
Dalam pertemuan ini, hadir beberapa tokoh penting, antara lain Ketua DPRD Kota Batam, DPRD Provinsi Kepulauan Riau, dan DPRD Kota Batam. Tidak ketinggalan, Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Drs. Tabana Bangun, M.Si, Kepala BP Batam, dan Forkopimda Kepulauan Riau juga turut menghadiri acara ini. Mereka ditemani oleh perwakilan dari Kajati Kepulauan Riau, Pangkogabwilhan I, Lantamal IV Batam, serta beberapa instansi terkait lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Pelaksana BP Batam, Bapak Sudirman, menyampaikan rencana yang telah disusun oleh BP Batam terkait pembangunan infrastruktur dan pengelolaan kawasan Rempang. Rencana tersebut dirancang bertahap dan diharapkan dapat selesai pada tahun 2025. Infrastruktur jalan dan air akan menjadi fokus utama dalam pengembangan ini.
Salah satu hal penting yang disoroti adalah penggunaan teknologi desalinasi air laut untuk memenuhi kebutuhan air di kawasan tersebut. Kerjasama antara BP Batam dan pengelola dengan teknologi mutakhir diharapkan dapat mengatasi kendala dalam penyediaan air.

Selain itu, penyiapan lahan juga menjadi prioritas dalam pembangunan kawasan Rempang. Proses ini direncanakan berlangsung mulai 1 Juli hingga 31 Desember 2023. Setelah itu, pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan pemukiman akan dilakukan secara bertahap. Target yang ditetapkan adalah menyelesaikan seluruh proyek ini pada tahun 2025.
Tidak hanya pembangunan infrastruktur, pembangunan gerbang kawasan Rempang juga menjadi perhatian. Penyiapan lahan untuk gerbang tersebut diharapkan dapat dilakukan pada bulan Juni-Juli 2023, sementara pembangunan gerbang direncanakan berlangsung antara bulan Agustus hingga Desember 2023.
Dalam kesempatan ini, Kapolda Kepulauan Riau juga memberikan penekanan terkait solusi-solusi yang harus diambil dalam pengembangan kawasan Rempang. Aspek perizinan, partisipasi masyarakat, dan keamanan merupakan beberapa hal yang menjadi fokus untuk menjamin keberhasilan proyek ini.
Kepala BP Batam juga menyampaikan dukungan kepada PT MEG (Makmur Elok Graha) yang terlibat dalam proyek tersebut. Koordinasi yang baik dengan semua instansi terkait sangat penting dalam menghadapi kendala yang mungkin timbul. Selain itu, kepemimpinan dari pemerintah pusat hingga tingkat lokal juga dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembangunan Kota Batam sebagai kota baru yang maju.
Kapolresta Barelang menambahkan pentingnya perhatian terhadap relokasi masyarakat di kawasan Rempang. Sosialisasi mengenai ganti rugi dan komitmen terhadap masyarakat sangat dibutuhkan dalam memastikan kelancaran pembangunan ini. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah-masalah yang ada.
Pertemuan ini menjadi ajang penting dalam merumuskan langkah-langkah strategis dalam pengembangan kawasan Rempang. Dengan kehadiran sejumlah pihak terkait, diharapkan proyek ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi Kota Batam.
Sumber : Ril Humas Polda Kepri
























































