TULANG BAWANG, RMNEWS.ID-Kepolisian Resor (Polres) Tulang Bawang mengelar simulasi sistim pengamanan kota (Sispamkota) jelang pemilu 2024. Berlangsung di halaman mapolres setempat, Selasa (17/10/2023).
Tujuan utamanya simulasi ini untuk mengasah kewaspadaan dan respon personil, apabila ditempat pemungutan suara terjadi protes atas hasil perhitungan suara, dan sejumlah massa yang mendatangi kantor penyelenggara Pemilu di kabupaten.
Kapolres Tulang Bawang AKBP Jibrael Bata Awi, SIK, mengatakan sekelumit gambaran dari simulasi sistim pengamanan kota (Sispamkota) yang dilakukan sebagai bentuk kesiapan pada Operasi Mantap Brata Krakatau 2023-2024 guna mengamankan tiap tahapan Pemilu 2024.
Lanjut Kapolres, tujuan utama dari simulasi Sispamkota ini adalah untuk memberikan gambaran kepada seluruh personel Polres Tulang Bawang dan Polsek jajaran tentang tahapan-tahapan yang benar terkait pengendalian massa.
“Nantinya tidak ada lagi personel yang melakukan pelanggaran saat mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh simpatisan ataupun pendukung dari Partai Politik (Parpol) Capres dan Cawapres peserta Pemilu 2024,” papar perwira dengan melati dua dipundaknya.
Kapolres menerangkan, semua tahapan pada pengamanan aksi unjuk rasa harus dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ada, dan mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa.
“Saat menjadi petugas dalmas, semua personel wajib tahu dan paham, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Selain itu, simulasi yang kami gelar ini juga untuk meningkatkan kemampuan, baik fisik maupun kekompakan dalam melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa,” terang AKBP Jibrael.
Alumni Akpol 2001 ini menambahkan, menyampaikan pendapat dimuka umum diperbolehkan sesuai dengan regulasi yang sudah ada. Namun tidak boleh melakukan aksi yang anarkis dengan acara merusak fasilitas publik, serta melakukan pemblokiran jalan.
Laporan Masderik wartawan Rmnews.id Tulang Bawang
























































