BATAM, RMNEWS.ID- Proyek pembangunan rumah imam dan Muadzin Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim Batam Runtuh. Bisa jadi runtuhnya kanopi pembangunan rumah imam masjid yang dikerjakan oleh CV.Selindah Karya Utama dan Koinsultan pengawas CV.Buhara Persada itu diduga karena proses pekerjaan bangunan tersebut tidak sesuai spedifikasi tehnik.
Dimana penggunaan matrial seperti besi atau campuran semen diduga lebih banyak pasir dari semen, begitu juga besi yang dipergukan bisa jadi tidak sesuai ukuran seperti dalam kontrak sehingga kualitas pembangunan rumah imam dan muadzin masjid Tanjak tersebut bisa runtuh. Tak hanya itu, tak tertutup kemungkinan proses pengerjaan lainnya proyek senilai Rp 1,3 miliar itu dibuat asal siap.
Informasi diperoleh dari layanan penyelenggara system elektronik pengadaan barang/jasa atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Pembangunan rumah Imam dan Muadzin Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim, dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.597.649.159 dan sumber dana dari APBN Tahun 2023.

Proyek pembangunan rumah Imam dan Muadzin Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim Batam.(Foto/Ikhsan).
Proyek pembangunan rumah Imam dan Muadzin Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim Batam, dengan nomor kontrak SPJ/VIII/PPK.5127.CAI.009.051.A/08/2023 sebagai kontraktor pelaksana CV.Selindah Karya Utama dan Koinsultan pengawas CV.Buhara Persada. Tampaknya tak hanya kualitas pekerjaan pembangunan proyek itu yang diduga kuat menyimpang dari ketentuan.
Demikian juga pelaksanaan pekerjaan proyek itu tidak tepat waktu, dimana dalam kontrak waktu pelaksanaan selama 145 hari kalender, dimulai pada 8 Agustus 2023 dan selesai semestinya pada 8 Desember 2023 ini. Namun ternyata hingga saat ini, pelaksanaan proyek tersebut tidak sesuai dengan jadwal di kontrak, sementara progres proyek itu diperkirakan baru hanya 50 persen.
Menanggapi runtuhnya kanopi Pembangunan Rumah Imam dan muadzin Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim Kepala Bagian (Kabag) Humas, Sazani, BP Batam Pastikan Kontraktor pembangunan rumah Imam Masjid bertanggung Jawab.

Proyek pembangunan rumah Imam dan Muadzin Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim Batam yang runtuh.(Foto/Ikhsan).
Lebih lanjut Sazani menjelaskan, BP Batam sebagai pemilik proyek memastikan bahwa kontraktor akan bertanggung jawab penuh atas peristiwa jatuhnya kanopi bagian depan rumah imam masjid, Selasa (19/12/2023). Menurut Sazani, saat ini pembangunan proyek itu sedang berjalan,”Saat ini sudah ditangani oleh pelaksana proyek. Kontraktor pun juga akan segera memperbaikinya,” ujar Sazani saat meninjau lokasi.
Sazani menegaskan bahwa pihaknya juga akan segera melakukan evaluasi demi mengantisipasi hal serupa.”Pembangunan rumah imam ini masih dalam masa pelaksanaan jadi akan segera diperbaiki dan akan dilakukan perkuatan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak benar jika imam Masjid Tanjak menjadi korban dalam peristiwa jatuhnya bangunan ini. Mengingat, rumah ini memang masih dalam tahap pengerjaan. Sehingga, imam masjid pun belum menempatinya.”Ada satu orang pekerja yang mengalami luka ringan sudah dibawa ke rumah sakit. Kondisinya pun mulai membaik dan diperbolehkan untuk pulang,” pungkasnya.*
Redaksi : Muhammad Ikhsan























































