JAMBI, RMNEWS.ID- Api hingga kini terus membakar ribuan ton batu bara di penimbunan Desa Sungaigelam, Muaro Jambi, Jambi sejak beberapa minggu terakhir.
“Mulai kemarin, Selasa (pekan ini), alat berat sudah mulai masuk ke lokasi. (Alat berat, red) memisahkan mana batu bara yang terbakar dan mana yang tidak,” kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Ahmad Ridwan, mengutip RRI Jumat, (8/8/2024).
Ridwan mengungkapkan, pihaknya juga melakukan upaya pemadaman api dengan melakukan penyiraman air. Namun usaha tersebut tidak berbuah hasil, dikarenakan teriknya cuaca saat ini.
“Sejak seminggu terakhir sudah dilakukan penyiraman, tapi dengan cuaca yang sangat terik. Hotspot (titik panas) malah meningkat,” ucapnya.
Ridwan menyebut, berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau di Jambi berlangsung hingga bulan November depan. Bahkan, puncak kemarau terjadi di bulan Agustus, sehingga saat ini belum akan turun hujan.
“Aktivitas tambang sudah tidak berjalan lagi sejak November kemarin. Karena batu bara menumpuk, terkena terik panas matahari sehingga terbakar,” jelasnya.
Tak hanya dari BPBD, petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD serta Manggala Agni setempat, juga terus berjibaku memadamkan api menggunakan alat berat.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Tumpukan tambang batu bara yang terbakar terus menjalar ke lapisan bawah, sehingga membuat petugas semakin kewalahan.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: RRI
























































