BATAM, RMNEWS.ID- Meskipun Masjid Agung Raja Hamidah Batam sudah resmi dipergunakan kembali untuk masyarakat, namun Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Kepulauan Riau tetap melanjutkan pengerjaan revitalisasi Masjid Agung Raja Hamidah Batam di tahun 2025.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Azril Apriansyah mengatakan, anggaran tersebut diperuntukkan revitalisasi dua menara masjid, pagar masjid, taman masjid, serta melengkapi sarana prasarana di dalam masjid.
“Perkiraan Rp14 miliar, untuk menara ada dua, pagar, taman di sekitar masjid, sarana prasarana di dalam juga kita lengkapi,” ujar Azril, seperti diberitakan laman Antara, Senin 16 September 2024.
Dirinya menjelaskan, bahwa perawatan terhadap bangunan utama dari masjid itu masih terus dilakukan selama enam bulan mendatang.
“Perawatan masih kita lakukan terus selama 6 bulan. Meskipun masjid sudah buka, tentu yang kurang-kurang masih harus kami lengkapi,” ujar dia.
Azril menyebut, berdasarkan hasil lelang anggaran untuk pelaksanaan revitalisasi senilai Rp167 miliar.
Namun karena adanya penyesuaian adendum, diperkirakan anggaran untuk pelaksanaan revitalisasi keseluruhan mencapai Rp184 miliar.
Penyesuaian anggaran tersebut dilihat dari beberapa kondisi yang terjadi dalam masa pelaksanaan revitalisasi, seperti salah satunya dampak pandemi COVID-19.
“Jadi ada penyesuaian anggaran dan ada anggaran lebih besar dari ini, karena penyesuaian akhirnya kita sesuaikan juga. Waktu lelang itu nilainya Rp167 miliar. Sekarang ini dengan adendum dan lainnya, boleh (bertambah) 10 persen, jadi sekitar Rp184 miliar,” pungkasnya.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Antara
























































