GAZA, RMNEWS.ID – Kementerian Kesehatan Gaza menolak menerima kontainer yang membawa jenazah 88 warga Palestina yang dikirim dari Israel tanpa arahan yang jelas atau informasi tentang identitas mayat tersebut.
Prosedur penerimaan kontainer itu ditangguhkan hingga Israel memberikan data lengkap dengan nama-nama korban, waktu kematian dan lokasi pengambilan jenazah, demikian kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan di aplikasi perpesanan Telegram pada hari Rabu.
Ini adalah “hak minimum orang-orang ini dan keluarga mereka”, katanya, dikutip dari Al-Jazeera, Kamis (26/9/2024).
Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut pengiriman mayat-mayat yang tidak dapat diidentifikasi itu sebagai “tindakan yang tidak manusiawi dan kejahatan”.
Melaporkan dari Deir el-Balah, Gaza tengah, Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera menyebut bahwa “mayat-mayat tersebut tidak dapat diidentifikasi karena sebagian besar sudah membusuk”.
“Ada tanda-tanda bahwa mayat-mayat itu telah berada di Israel untuk waktu yang lama,” paparnya.
“Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa militer Israel sengaja menyembunyikan identitas orang-orang Palestina tersebut. Tidak ada informasi mengenai nama, jenis kelamin, dan lokasi mereka diculik. Keadaan penculikan mereka dari Jalur Gaza juga tidak jelas,” tambahnya.
Editor: Andika
Sumber: Al-Jazeera
























































