JAKARTA, RMNEWS.ID- Israel menyerang pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan dengan cara menembaki markas, pada Kamis (10/10/204). Dua orang tentara yang diketahui berasal dari Indonesia terluka.
Insiden ini merupakan yang paling serius yang dilaporkan oleh misi penjaga perdamaian sejak pekan lalu, ketika mereka menolak permintaan Israel untuk relokasi dari beberapa posisinya.
UNIFIL, yang memiliki sekitar 10.000 pasukan penjaga perdamaian yang ditempatkan di Lebanon selatan, telah menyerukan gencatan senjata sejak eskalasi antara Israel dan kelompok militan Lebanon Hezbollah pada 23 September, setelah setahun terjadi tembak-menembak di perbatasan.
“Pagi ini, dua penjaga perdamaian terluka setelah tank Merkava IDF menembakkan senjatanya ke arah menara pengamatan di markas UNIFIL di Naqura, yang langsung mengenainya dan menyebabkan mereka terjatuh,” kata misi tersebut, melansir CNN.
Meskipun mereka tidak mengalami cedera serius, “mereka tetap dirawat di rumah sakit,” sambungnya.
Seorang juru bicara UNIFIL mengatakan bahwa penjaga perdamaian yang terluka adalah warga negara Indonesia.
Menurut UNIFIL, militer Israel juga menyerang posisi lain di Ras Naqura, lebih jauh ke selatan, pada hari Kamis lalu.
UNIFIL mengatakan bahwa serangan itu mengenai “pintu masuk bunker tempat pasukan penjaga perdamaian berlindung, dan merusak kendaraan serta sistem komunikasi”.
Misi tersebut menambahkan bahwa sebuah pesawat nirawak militer Israel “terlihat terbang di dalam posisi PBB hingga ke pintu masuk bunker.”
Markas besar UNIFIL dan posisi-posisi di dekatnya “telah berulang kali diserang,” kata misi tersebut.
Pada hari Rabu, “tentara IDF dengan sengaja menembaki dan menonaktifkan” kamera pemantau perimeter di sekitar suatu posisi, tambah UNIFIL.
UNIFIL minggu lalu mengatakan militer Israel, sebelum memulai operasi darat di dalam Lebanon, telah meminta pasukan penjaga perdamaian untuk “pindah” dari beberapa posisi.
Misi penjaga perdamaian menolak permintaan tersebut, yang oleh Presiden Irlandia Michael Higgins disebut sebagai “penghinaan terhadap lembaga global yang paling penting”.
Sementara, pemerintah Indonesia mengecam keras aksi Israel yang menembak markas misi perdamaian PBB tersebut. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
“Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan IDF di Lebanon Selatan yang melukai dua personil pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia. Dua prajurit TNI yg tergabung dalam UNIFIL tersebut mengalami luka ringan ketika jalankan tugas pemantauan di menara pemantau di markas kontingen Indonesia di Naqoura,” katanya.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: CNN
























































