BATAM, RMNEWS.ID – Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid menanggapi keberadaan ikon Kota Batam yang saat ini terancam hilang akibat tertutupi proyek pengembangan.
Padahal keberadaan landmark “Welcome to Batam” di Bukit Clara Batam Center sudah menjadi simbol identitas siapapun yang berkunjung ke Kota Batam yang berprovinsi di Kepulauan Riau itu.
Jefridin mengungkap bahwa rencana pembangunan tersebut sudah sesuai dengan perizinan yang berlaku.
“Kalau soal bangunan di situ kan mereka sudah sesuai dengan perizinan, kita tidak izinkan kalau itu menutup pandangan di situ,” ujar Jefridin, Rabu (23/10/2024), sebagaimana dilansir dari Tribun.
“Tidak akan menutup pandangan dari arah sini. Jadi saat dibangun, bangunan tidak lebih tinggi daripada Welcome to Batam,” tambahnya.
Menurutnya, seluruh perizinan sudah lengkap, termasuk izin mendirikan bangunan, sehingga pembangunan dilakukan dengan mengikuti aturan yang ada.
Sebagai informasi, lokasi seluas sekitar 2700 meter persegi tersebut akan dibangun tidak saja pertokoan, hotel, dan apartemen, namun juga akan dibangun Museum BJ Habibie.
Rencana pembangunan keseluruhan properti tersebut akan memakan waktu yang tak singkat. Bisa mencapai 5 hingga 7 tahunan.
Direktur PT Barelang Jaya Mandiri Tjondro Yuwono memastikan, posisi apartemen sekitar 20 lantai serta hotel nantinya lebih ke pinggir, sehingga tidak menutupi landmark Welcome to Batam.
“Kita agak ke pinggir, sehingga tak menutupi,” kata Tjondro Yuwono.
Editor: Andika
Sumber: Tribun
























































