MEDAN, RMNEWS.ID – Divisi Propam Mabes Polri telah turun ke Kota Medan mendalami perkara Kapolres Tebing Tinggi AKP Simon Paulus Sinulingga dalam menangani kasus anggota DPRD Tebing Tinggi Christoph Munthe yang merupakan otak pelaku pencurian rel kereta api milik PT. KAI di tahun 2021 silam.
Kehadiran personel Propam Mabes Polri dikuatkan dengan salah satu aktivitas pengambilan keterangan terhadap Lingkar Indonesia sebagai pelapor dalam dugaan ketidak profesionalan juga pelanggaran kode etik yang dilakukan Kapolres Tebing Tinggi AKBP Paulus Simon Sinulingga.
“Iya, benar bang. Kami diambil keterangan oleh salah seorang penyidik Propam Mabes Polri AKP Lirisman Marbun Selasa 10 Desember 2024 malam,” kata Sekretaris Lingkar Indonesia Arnold Marpaung, pada Rabu (11/12/2024) pagi, dikutip dari Aktual Online.
Ia menambahkan, dalam pengambilan keterangan Lingkar Indonesia telah menunjukkan bukti-bukti soal keterlibatan Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga dalam melindungi otak pelaku pencurian rel kereta api PT. KAI. Mulai dari tidak ditindaknya Christoph Munthe, dikeluarkannya SKCK untuk syarat pencalonan tersangka pada Pileg 2024 lalu, hingga pasang badan menurunkan status penyidikan menjadi penyelidikan.
Menurut Arnold Marpaung, keterangan disertai bukti-bukti tersebut menjadi pegangan kuat Propam Mabes Polri untuk melakukan pemeriksaan hingga mengambil tindakan hukum terhadap Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga.
Sebelumnya, Polres Tebing Tinggi dicurigai dan disoroti lantaran menyembunyikan data dan fakta dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tebing Tinggi. Nama anggota DPRD Tebing Tinggi Christoph Munthe berkali-kali disebut telah menyuruh delapan tersangka bergerak melakukan pencurian rel kereta api PT. KAI.
Diketahui, Christoph Munthe ditetapkan sebagai tersangka dengan 8 orang lainnya karena ia berperan sebagai otak pelaku pencurian rel kereta api milik PT. KAI pada tahun 2021.
8 orang tersangka itu adalah Sutresno alias Bedak, Herwandi alias Usup, Juni Jul Putra alias Puput, Muhammad Nasir alias Ujang, Komando Tarigan alias Endo, Muhammad Syarif Hutagalung alias Syarif, Muhammad Surya Ibrahim Hutagalung alias Surya, dan Erpin Syahputra Siregar alias Erpin.
Editor: Andika
Sumber: Aktual Online























































