PONTIANAK, RMNEWS.ID – Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Eka Nurhayati mengungkapkan adanya grup WhatsApp LGBT yang anggotanya berisikan para pelajar dari beberapa SMP negeri di Kota Pontianak yang usianya masih sekitar 12 dan 13 tahun.
“Jadi kesepuluh siswa ini berasal dari SMP negeri yang berbeda di Pontianak. Mereka bertemu awalnya di aplikasi Walla, berujung dengan membuat grup WA dan akhirnya mereka janjian kopi darat untuk ketemu,” jelas Eka kepada Hi!Pontianak pada Jumat, 21 Februari 2025, dilansir dari Kumparan.
Eka bilang, terungkapnya grup whatsApp ini bermula saat salah satu dari orang tua siswa tersebut membuka handphone anaknya dan menemukan adanya chat di grup yang mengajak anaknya untuk ketemuan di suatu tempat.
“Anaknya ini diajak kopdar, katanya ini sudah giliran anak itu buat melakukan hubungan seksual dengan salah satu anggota lainnya. Si anak ini sempat menjelaskan kepada orang tuanya bahwa di grup itu bukan hanya dia sendiri yang melakukannya. Dari temuan itu lah akhirnya orang tua melaporkannya ke pihak sekolah,” lanjutnya.
Editor : Adhya
Sumber : Kumparan
























































