JAKARTA, RMNEWS.ID- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) baru saja meluncurkan logo baru untuk menggantikan lambang sebelumnya yang adalah bunga mawar merah. Gajah berkepala merah dengan badan hitam menjadi pilihan logo PSI yang baru.
“Gajah itu makhluk yang bijaksana, lembut, kemudian teguh. Dan jangan lupa kalau kita baca literatur, gajah itu adalah salah satu makhluk yang punya karakter paling kuat dalam soal solidaritas,” kata Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Andy Budiman, Kamis (17/7/2025), dikutip dari Kumparan
Logo baru PSI menampilkan gambar gajah yang terlihat dari samping, dengan kepala lengkap dengan belalai yang tegak menghadap ke atas.
Badan gajah berwarna hitam, terpisah dari kepalanya, tapi tampak menopang kepala gajah yang dominan berwarna merah. Logo ini diletakkan di atas latar belakang putih.
Dia menambahkan bahwa filosofi di balik pemilihan gajah adalah selain kebijaksanaan yang kuat, juga sifat cerdas yang dimiliki hewan tersebut, yang dikenal memiliki ingatan yang sangat baik.
“Jadi ini adalah salah satu hal positif. Hal-hal baik yang akan kami internalisasi menjadi nilai-nilai di dalam kader PSI,” ujarnya.
Mengenai warna logo, Andy menjelaskan bahwa warna merah merupakan kesinambungan dari logo sebelumnya.
“Kepalanya merah ya memang ada unsur merahnya. Jadi ada putih, merah, dan hitam. Estetik juga ya menurut saya. Kan kita dulu juga logonya merah,” jelasnya.
Dalam artikel Kolumnis Muhardis disebutkan, gajah merupakan simbol kekuasaan dan kehormatan, simbol keberuntungan dan kebijaksanaan, simbol kekuatan, sekaligus simbol kerendahan hati yang melambangkan kenegatifan dan kejahatan (Jianghuahan, 2019).
Namun hari ini, dilihat dari konteks Logo PSI, gajah bukan lagi makhluk liar– ia dipotong-potong menjadi logo, direduksi menjadi sekadar citra di atas kain.
Gajah menjadi simbol kekuatan, kebesaran, dan otoritas. Namun, pemilihan warna merah dan hitam seakan menghadirkan ambiguitas: merah mewakili agresivitas dan keberanian; hitam menandakan kekuatan atau dominasi.**
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Kumparan
























































