BANDUNG, RMNEWS.ID- Aksi bejat dilakukan guru ngaji berinisial AR (44) di Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat. Pria paruh baya ini diduga mencabuli delapan murid perempuan dengan dalih memeriksa handphone (HP).
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono mengatakan, perbuatan bejat AR terbongkar setelah korban mengadu kepada kedua orang tuanya. Kemudian, orang tua melapor ke Polsek Andir lalu diteruskan ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung.
“Pencabulan terhadap korban terjadi pada Minggu 20 Juli 2025 pukul 21.00 WIB,” ujar Kapolrestabes Bandung didampingi Kasatreskrim AKBP Abdul Rachman, Rabu (23/7/2025), dilansir dari Tribun.
Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka AR merupakan ustaz dan mengajar mengaji akan-anak di lingkungan tempat tinggalnya. Korban merupakan salah satu murid mengaji tersangka.
Setiap kegiatan mengaji, korban dipanggil ke kamar untuk curhat dengan tersangka. Dia lalu memeriksa HP korban.
Jika menemukan hal-hal tidak dibenarkan, tersangka menegur korban. Seperti, korban sempat mengunggah foto di status WhatsApp (WA) tanpa menggunakan kerudung.
“Setelah itu tersangka memengaruhi korban dengan menyampaikan sayang kepada korban dan orang tuanya. Saat pembicaraan berlangung, tersangka mencabuli korban.
Setelah nafsunya tersalurkan, dia meminta korban tidak memberitahukan perbuatannya dengan dalih nanti yang malu korban juga,” kata Kombes Budi.
Kapolrestabes menuturkan, korban mengaku telah empat kali dicabuli tersangka sejak Maret 2025 sampai April 2025. Perbuatan keji itu dilakukan setiap korban datang ke rumah tersangka untuk mengaji. Sebelum mengaji, tersangka memanggil korban masuk ke kamar.
“Sampai saat ini menurut pengakuan tersangka ada sekitar tujuh anak-anak yang jadi korban. Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung akan mendalami korban-korban lainnya. Yang sudah melapor mengaku telah empat kali dicabuli tersangka AR,” paparnya.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Tribun























































