BANJARNEGARA, RMNEWS.ID- Operasi pencarian korban longsor di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, memasuki hari kedelapan dan telah resmi diperpanjang oleh tim SAR gabungan.
Meski standar operasi biasanya berlangsung selama tujuh hari, proses pencarian tetap dilanjutkan karena peluang menemukan korban dinilai masih tinggi.
Keputusan perpanjangan operasi ini diambil berdasarkan koordinasi antara Basarnas, Kasatgas, tim SAR gabungan, serta Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.
Tim SAR kini memusatkan pencarian pada beberapa titik prioritas.
Area tersebut dipetakan berdasarkan keterangan dari keluarga korban serta hasil pelacakan anjing pelacak K9.
Dua sumber informasi ini membantu mempersempit wilayah yang diyakini sebagai posisi terakhir para korban saat longsor terjadi.
Selain melakukan pencarian manual, alat berat terus dikerahkan untuk menembus tumpukan material longsor yang sangat tebal.
Luasnya area terdampak dan kondisi medan yang ekstrem menjadi tantangan utama bagi seluruh tim.
Hingga hari kedelapan operasi, sebanyak 12 korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara itu, 16 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama pencarian.
Operasi ini melibatkan Basarnas, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, TNI, Polri, serta relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan.
Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, menegaskan bahwa perpanjangan masa operasi dilakukan karena kemungkinan menemukan korban masih sangat terbuka.
“Meski masa operasi sudah mencapai tujuh hari, pencarian kami perpanjang tiga hari ke depan karena masih banyak korban yang harus ditemukan,” ujar Budiono, dinukil dari iNews, Minggu, 23 November 2025.
Ia menambahkan bahwa stabilitas cuaca sangat diharapkan agar semua sektor pencarian dapat dilakukan tanpa hambatan tambahan.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: iNews























































