JAKARTA, RMNEWS.ID- Maskapai Kolombia Avianca mengonfirmasi bahwa lebih dari 70% armadanya terdampak penarikan sementara, dengan sekitar 100 jet A320 harus menjalani perbaikan.
Kondisi ini disebut sangat signifikan dalam 10 hari ke depan.
Maskapai besar lain seperti Lufthansa (Jerman), IndiGo (India), dan easyJet (Inggris) juga menyatakan mengistirahatkan sementara pesawat untuk perbaikan sistem.
Airbus memperkirakan sekitar 6.000 pesawat keluarga A320 terdampak perbaikan darurat, setelah ditemukan gangguan data penting pada sistem kontrol penerbangan ELAC (Elevator and Aileron Computer).
Pihak Airbus menjelaskan suar surya (solar flare) berpotensi merusak data kontrol yang digunakan untuk fungsi kontrol dan ketinggian pesawat.
Insiden yang memicu langkah darurat ini terjadi pada penerbangan JetBlue rute Cancun (Meksiko) – Newark (AS), 30 Oktober 2024, di mana beberapa penumpang terluka akibat kehilangan ketinggian mendadak.
Pesawat kemudian mendarat darurat di Tampa, Florida.
Investigasi dilakukan FAA (Federal Aviation Administration), meskipun pihak FAA tidak memberikan komentar resmi.
Beberapa dampak langsung di lapangan yakni Air France-KLM membatalkan 38 penerbangan (sekitar 5% dari total penerbangan harian) di Paris, lalu Finnair di Eropa Utara sempat menunda penerbangan hampir 1 jam untuk pengecekan versi software.
Finnair, Volaris (Meksiko), dan Volaris (India) mengaku mengalami penundaan dan pembatalan penerbangan.
Analis penerbangan Rob Morris menilai situasi ini menimbulkan kekhawatiran kapasitas hanggar dan bengkel, karena bengkel maskapai sudah penuh beban pemeliharaan.
Lebih dari 1.000 pesawat mungkin perlu penggantian perangkat keras, sehingga waktu perbaikan di sejumlah maskapai bisa berlangsung lebih lama.
Industri juga menghadapi kekurangan tenaga kerja teknisi, yang diperkirakan akan memperlambat proses inspeksi dan maintenance di tengah permintaan penerbangan yang terus meningkat secara global.
Pesawat Airbus A320 pertama terbang tahun 1987 dan diluncurkan pada 1984 sebagai pelopor sistem kontrol digital fly-by-wire.
Hingga kini, lebih dari 11.300 unit A320 masih beroperasi di dunia, digunakan oleh operator terbesar termasuk empat maskapai utama AS serta pelanggan besar dari Cina, Eropa, dan India.
Produsen komputer penerbangan Thales (Prancis) menegaskan bahwa perangkatnya sesuai spesifikasi Airbus, dan software yang mendukung fungsinya tidak berada di bawah tanggung jawab Thales.
Penyelidikan dan perbaikan darurat ini masih berjalan, dan maskapai diminta memprioritaskan keselamatan penerbangan sampai seluruh sistem A320 dipastikan aman kembali.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: CNN
























































