PESISIR BARAT, RMNEWS.ID- Warga dan wisatawan di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dikejutkan dengan terdamparnya ribuan gelondongan kayu berdiameter sekitar 2 meter yang memenuhi sepanjang garis pantai.
Video dan foto yang viral di media sosial menunjukkan hamparan kayu besar berserakan di tepi pantai, sementara kapal tongkang pengangkutnya terlihat kandas tidak jauh dari lokasi.
Kayu-kayu tersebut diketahui merupakan muatan kapal tongkang yang mengangkut sekitar 4.800 kubik kayu dari Sumatra Barat (Sumbar). Jenis kayu yang dibawa di antaranya meranti merah, meranti putih, dan kruing.
Kapal dikabarkan mengalami insiden kandas setelah tali pengikat muatan terlilit akibat angin kencang dan gelombang tinggi saat melintas di perairan Pesisir Barat.
Akibat kandasnya kapal, ribuan batang kayu terempas ke tepian pantai hingga mengganggu jalur perahu nelayan yang biasa bersandar.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan terdamparnya kapal tongkang tersebut.
Menurutnya, pihak kepolisian telah bergerak melakukan pemeriksaan awal dan penanganan darurat.
“Kapal tongkang dari Sumatera Barat menuju Pesisir Barat ini kandas akibat cuaca ekstrem dan tali yang terlilit,” ujar Kombes Yuni, Kamis (5/12/2025).
Ia menambahkan bahwa hingga kini kapal masih berada di lokasi kejadian. Polres Pesisir Barat bersama Direktorat Polair sudah memeriksa tiga anak buah kapal (ABK) untuk mengungkap penyebab insiden secara detail.
“Aparat sudah mengambil langkah-langkah dan tindakan. Keterangan tiga ABK juga sudah diambil. Muatan kayu kurang lebih 4.800 kubik, terdiri atas meranti merah, meranti putih, dan kruing,” jelasnya, dikutip dari Beritasatu.
Polda Lampung memastikan bahwa kayu-kayu yang terdampar sedang dalam pengawasan ketat untuk mencegah upaya pengambilan atau penyalahgunaan.
Penanganan lanjutan kini menunggu koordinasi bersama otoritas terkait, termasuk pihak pemilik kapal dan instansi kehutanan.
Viralnya kejadian ini sekaligus menyoroti tingginya risiko aktivitas pelayaran di musim cuaca ekstrem.
Masyarakat diminta tidak mengambil kayu yang terdampar karena seluruh muatan merupakan bagian dari barang yang sedang diperiksa aparat.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Beritasatu























































