BATAM, RMNEWS.ID -Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun anggaran (TA) 2021 melanjutkan program infrastruktur kerakyatan yang dilakukan melalui skema Padat Karya Tunai (PKT). Salah satu program PKT yang telah dimulai adalah pada bidang revitalisasi pembuatan saluran air (drainase) PPK 1.2 Provinsi Kepri.
Pekerjaan yang dilaksanakan secara padat karya tersebut dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Ditjen Bina Marga Provinsi Kepri mencakup penanganan pembuatan saluran air (drainase) diruas jalan nasional di Provinsi Kepri. Hal ini dijelaskan Kepala Balai Besar

Pelaksanaan Jalan Nasional/Ditjen Bina Marga Provinsi Kepri Zulkarnain,Senin (13/9/2021) di ruangan kerjanya Tanjungpiayu.
Zulkarnain yang didampingi Hendra, Kepala Satker Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Ditjen Bina Marga Kota Batam, memberikan penjelasan untuk meluruskan pemberitaan terkait pengerjaan proyek padat karya tunai di Kota Batam. Menurut Zulkarnain, program Padat karya Tunai (PKT/cash for work) dilanjutkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertujuan untuk membantu masyarakat ditengah ketidakpastian perekonomian pada masa pandemi virus corona (Covid-19).

“Program padat karya ini bertujuan untuk membantu masyarakat itu kita gunakan untuk masyarakat sekitar dibantu dengan upah yang sesuai dengan upah minimal kota atau Kabupaten. Jadi kenapa tidak memakai plang proyek?, karena memang dana ini untuk di swakelolakan. Makanya tidak ada plang, karena kerjanya juga tidak spesifik benar, kerjanya kira-kira orang biasa juga bisa mekukan dan dalam jumlah ditentukan dan waktu yang singkat dengan tidak mengabaikan mutu dan kualitas. Apalagi kerja ini kan dipinggir jalan semua bisa orang melihat,” kata Zulkarnain.
Lebih lanjut Zulkarnain menyebutkan, seandainya teman-tejman media perlu penjelasan, pihaknya terbuka untuk memberikan penjelasan, kita juga open dan melakukan komunikasi, apa yang perlu kita jelaskan jelaskan,”Panjang dan volume proyek Padat Karya di kota Batam berbeda-beda dengan anggaran sebesar Rp 3 miliar rupiah. Untuk pekerjaan drainase sepanjang 5 km, batu miring sebanyak 2 Km.”Sebut Zulkarnain
Redaksi : Mawardi.
























































