BATAM, RMNEWS.ID-Ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (KODAT86) Cak Ta’in Komari SS berharap kejaksaan serius membongkar dugaan penyalahgunaan dana BOS di SMAN 1 Batam. “Kita berharap kejaksaan serius membongkar dugaan korupsi dana bos tersebut, karena selama ini banyak informasi miring soal bos tsb..!” katanya
Beberapa hari ini masyarakat dikejutkan dengan berita media atas pernyataan Kejari Batam yang tengah melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi dana bansos di SMAN 1 Batam.
Untuk itu, Cak Ta’in menegasnya pihaknya sangat mendukung langkah kejaksaan, dan pernyataan bukan main-main. “Batam selama ini adem-adem saja dari kasus korupsi, tapi belakangan kok kejaksaan ngegas di Batam, setelah menahan deputy 4 BP Batam oleh kejaksaan Agung, kini Kejaksaan Batam ngegas soal dana BOS…!” tegasnya.
Menurut Cak Ta’in, dana bos itu menyangkut banyak sekolah sehingga ada potensi terjadi pada sekolah-sekolah lainnya. “bukan tidak mungkin melibatkan pejabat terkait lainnya,” ujarnya
Cak Ta’in Minta Kejaksaan Serius Bongkar Dugaan Korupsi Dana Bos di SMAN 1 Batam. Ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (KODAT86) Cak Ta’in Komari SS berharap kejaksaan serius membongkar dugaan penyalahgunaan dana BOS di SMAN 1 Batam. “Kita berharap kejaksaan serius membongkar dugaan korupsi dana bos tersebut, karena selama ini banyak informasi miring soal bos tsb..!” katanya
Beberapa hari ini masyarakat dikejutkan dengan berita media atas pernyataan Kejari Batam yang tengah melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi dana bansos di SMAN 1 Batam.
Untuk itu, Cak Ta’in menegasnya pihaknya sangat mendukung langkah kejaksaan, dan pernyataan bukan main-main. “Batam selama ini adem-adem saja dari kasus korupsi, tapi belakangan kok kejaksaan ngegas di Batam, setelah menahan deputy 4 BP Batam oleh kejaksaan Agung, kini Kejaksaan Batam ngegas soal dana BOS…!” tegasnya.
Menurut Cak Ta’in, dana bos itu menyangkut banyak sekolah sehingga ada potensi terjadi pada sekolah-sekolah lainnya. “bukan tidak mungkin melibatkan pejabat terkait lainnya,” ujarnya.
(rm/mwd)






















































