LINGGA, RMNEWS.ID-Rombongan alumni SPG tanjung pinang tahun 1987 mengadakan reuni bersama kedaik lingga.salah satu tempat yang dikunjungi rombongan adalah desa wisata sejarah mepar. Dipimpin bapak supardi rombongan begitu antusias berkunjung ke pulau mepar. Sesampainya rombongan disambut oleh kepala desa dan pokdarwis desa mepar. Ditemui wartawan rakyat media bapak supardi menjelaskan bahwa reuni ini bertujuan untuk lebih menjalin tali silaturahmi, rekan rekan yg tergabung dalam rombongan berasal dari berbagai daerah dipropinsi kepulauan Riau, ade juga yg berdomisili dimedan. Dengan sudah terbebasnya kepri dari covid 19kami berupaya untuk kembali bersama sama membuka pariwisata khusunya di lingga. Alhamdulillah rezeki yg kami bawa bisa berbagi kepada para pedagang
Dan penambang jasa tranportasi. Khusus untuk desa mepar bapak supardi dan rombongan memberikan apresiasi atas ramah tamah masyrkt dan pemerintah Desa dalam melayani rombongan. Kami sangat terkesan dengan jamuan sederhana khas desa mepar, klau biasa kami makan sagu resik dengan durian atau pisang didesa mepar punya khas sendiri. Sagu resik, tamban salai dan sambal belacan terasa begitu nikmat dan penuh sensasi.

Setelah selesai mencicipi tamban salai khas mepar rombongan melanjutkan mengunjungi situs sejarah benteng lekok. Disini terdapat tujuh meriam peninggalan jaman Kesultanan lingga dan gundukan tanah sebagai benteng pertahanan. Sungguh indah panorama disini bisa melihat indahnya gunung Daik dan pelabuhan tanjung buton. Dan membuka memori kita bagaimana zaman dahulu para pejuang kita menjaga daulat negeri ini. Ujar salah satu rombongan yg asli orang Daik. Sementara itu kepala desa mepar faif sundoyo mengucapkan ribuan Terima kasih kepada semua rombongan terkhusus bapak H nadar yg telah bersusah payah mengajak rekan rekan satu angkatan untuk bereuni ke lingga dan khususnya datang ke desa mepar. Semoga kedatangan rombongan ini terus diikuti rombongan yg lain bisa untuk bisa berkunjung ke desa mepar.
Tolong pak bapak, ibu berbisik bisik sama saudare saudare yg lain untuk datang ke desa kami, ujarnya. Selain wisata sejarah untuk desa mepar kami ade wisata budaya, kuliner di tanjung buton, pantai dipasir panjang, air terjun dikado. Jadi paket komplit dan untuk oleh oleh pengunjung tak perlu kwatir, di tanjung buton sudah ade gerai yg menyediakan oleh oleh khas lingga.
Laporan : Faif Suhandoyo Rmnews.Id Kab. Lingga.























































