BINJAI,RMNEWS.ID-Biaya untuk kegiatan perpisahan murid klas 3 menjelang kelulusan untuk tahun ini sebesar Rp. 550 ribu per murid yang jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan orang, dituding memberatkan kalangan para wali murid apalagi dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, menjadi rentan karena banyak lagi dibutuhkan biaya termasuk untuk masuk ke jenjang SMA/SMK, karenanya acara tersebut agar segera dibatalkan.
Hal tersebut dikatakan oleh sejumlah sumber Wali Murid yang tidak disebutkan namanya kepada RMNEWS.ID, Kamis ( 04/05/2023 ) terkait dengan adanya rencana perpisahan para murid klas 3 SMPN 3 Kota Binjai, dengan mengambil lokasi di kawasan Berastagi Kabupaten Karo. Disamping terkesan memberatkan para wali murid khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, juga menjadi was-was mengingat pasca terjadinya bencana banjir bandeng di kawasan Sembahe Sibolangit menuju ke kawasan Berastagi Kabupaten Karo, ujar sumber.
Terkait dengan pungutan biaya sebesar Rp. 550 ribu per murid untuk klas 3 yang mau lulusan tersebut, sebelumnya pihak sekolah yang disebutkan sebagai panitia acara, telah melayangkan surat kepada para Wali Murid untuk persetujuan dan diketahui oleh Kepala Sekolah, dan di point ketiga ada tertera kalimat tidak ada paksaan. Namun kesannya, para murid yang akan lulusan tersebut, terkesan ‘ dipaksakan ‘ untuk ikut acara di Brastagi yang syogianya akan dilaksanakan pada aal bulan Mei 2023 namun diundur di pertengahan Mei 2023, namun para murid diwajibkan untuk melunasi biaya perpisahan pada tanggal 1 Mei 2023, ujar sumber.
” Akibatnya kami terpaksalah minjam-minjam uang, agar bisa melunasi biaya perpisahan tersebut. Padahal kami sudah sangat berat,apalagi untuk biaya persiapan anak murid yang mau lulusan tersebut, perlu biaya lagi untuk masuk ke tingkat SMA/SMK, ” ujar seorang wali murid dengan nada berat.
Sementara itu Kepala SMPN 3 Binjai dan pihak Panitia acara belum berhasil dikonfirmasi terkait dengan biaya perpisahan tersebut. Dan para wali murid meminta kepada pihak Panitia, Kepala Sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Budi Mulya Matondang atau Walikota Binjai Drs.H.Amir Hamzah untuk segera membatalkan acara tersebut, pinta sumber.
Laporan : Supriadi MY/PB – Wartawan RMNEWS.ID Korwil Sumatera Utara.























































