LANGKAT, REMNEWS.ID – Kepala Dinas Pertanian dan Pertahanan Pangan, Kab.Langkat, dinilai tidak becus dalam pengiriman kontingannya yang mengikuti Pekan Nasional Kelompok Tani dan Nelayan Andalan ( PENAS KTNA) ke Padang Sumatera Barat yang diselenggarakan pada 10 s/d 15 Juni 2023 barusan.
Pasalnya, dalam pengiriman para anggota oleh Kadis Pertanian Langkat tersebut penuh kontroversi dan menjadi pembicaraan hangat baik dikalangan para anggota maupun dikalangan pada kantor dinas pertanian itu. Bahkan para Kepala Bidang sempat ribut dan langsung menanyakan ketidak beresan yang terjadi ke bagian Kasubbag, terkait pemotongan uang Bahan Bakar Minyak ( BBM ) 60% kepada mereka.
Bahkan uang BBM tersebut yang tdk seberapa diterima mereka, malah dipenggal lagi, jalas sumber dari orang kantor dinas pertanian tersebut, yang nama minta dirahasiakan. Disamping itu ada salah seorang Kabid yang tidak mau menerima uang tersebut, sehingga persoalan PENAS KTNA ini perlu menjadi perhatian serius Plt Bupati Langkat dan pihak pihak terkait lainnya untuk menindak lanjuti adanya dugaan permainan kotor yang dilakukan oleh Kadis Pertanian dan Pertahanan Pangan Langkat, Handrik Tarigan,S Pt ,MMA dan kroninya, dalam proyek PENAS KTNA yang mempergunakan dana bersumber dari APBD Langkat sebesar Rp 335.417.500 ini.
Selain itu kontroversi yang terjadi di dalam orang orang yang diberangkatkan ke Padang itu, separti kata para kelompok tani tersebut, ada terdapat orang yang bukan anggota tergabung dalam di KTNA Langkat namun ikut berangkat ke PENAS KTNA. Seharusnya kata mereka yang di berangkat itu anggota KTNA yang langsung berada dalam binaan pertanian dan ketahanan pangan. Tapi kenyataannya bertolak belakang lain, papar mereka, yang tidak lain semua itu diduga ulah oknum kadis yang bermain.
Anehnya, penyuluh yang aktif dan berprestasi sama sekali tidak diikut sertakan ada apa semua ini dibalik proyek PENAS KTNA padang ini, para Kabid bertanya, mengatakan pada RMNEWS.ID Minggu ( 18/06/)
Sedangkan biaya semua menggunakan dana APBD sebesar itu. Malah ada yang berangkat menggunakan biaya sendiri tutur sumber mengakiri. Sekedar diketahui, kekisruhan di dinas pertanian langkat, terkait pengiriman kontingen PENAS KTNA yang diberangkatkan ke Padang Sumbar dan pelepasannya oleh Plt Bupati Langkat ini sudah ramai menjadi satapan pemberitaan Media Sosial, tentang buruknya Kepemimpinan Hendrik di Dinas Pertanian Langkat.
Guna menselaraskan berita ini, Kadis Pertanian Langkat, Hendrik ketika diminta ditemui guna konfirmasi melalui aplikasi wa pihaknya membalas belum bisa ketemu katanya saya masih di kampung mengadiri pesta nanti saya hubungi.
Laporan: Supriadi MY, Wartawan rmnews.id/ Korwil Sumut.
Editor: Sofyan.
























































