BATAM, RMNEWS.ID – Warga Kampung Tua Dapur 12 Kelurahan Sei Pelenggut Kota Batam mengeluhkan dan memprotes adanya aktivitas proyek pembangunan pelantar di dekat perkampungan mereka menyebabkan air sekitarnya menjadi keruh.
Proyek ini dilakukan dengan mengeruk alur laut yang menjadi lokasi jalur hilir mudik kapal dan pompong warga. Warga protes sebab aktivitas pembangunan dermaga mini berdampak langsung dengan lingkungan dan permukiman warga. Air sekitar jadi keruh dan merusak ekosistem laut yang menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat di sana.
“Kami di sini kebanyakan nelayan. Kalau begini caranya sama saja merusak tempat kami mencari makan. Sudah cukup rusak lingkungan perairan ini dengan keberadaan perusahaan galangan kapal, sekarang dekat kampung kami pun dikeruk lagi. Habislah lama-lama kampung kami ini karena lingkungan sudah tak bersahabat lagi,” ujar sumber yang bermukim disana berinisial Jr, kemarin.
Informasi yang disampaikan warga, pembangunan dermaga mini untuk kepentingan perusahaan besar yang ada di Pulau Bulan. Dermaga ini rencananya akan menjadi lokasi bongkar muat logistik untuk perusahaan tersebut. Lokasinya di sebelah kiri Kampung Tua Dapur 12 dan jaraknya tidak jauh dari permukiman warga.
Warga berharap ada pengawasan dan penindakan dari instansi pemerintah terkait agar aktivitas pembangunan pelantar itu tidak merusak lingkungan sekitar. “Kerjanya pakai alat berat semua. Laut dikeruk biar bisa masuk kapal-kapal besar itu,” ujar sumber tadi lagi.
Camat Sagulung, Hafiz, mengaku akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat Kampung Tua Dapur 12 ini. Dia sudah menginstruksikan Lurah Sei Pelenggut dan jajarannya untuk mengecek ke lokasi. (**)
Redaksi: M. Ikhsan
























































