LINGGA, RMNEWS.ID-Kepala Desa Mepar Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Handoyo sambangi kantor PLN Dabo untuk menyampaikan keluhan warga, meminta solusi terkait matinya listrik PLN didesa Mepar yang telah berlangsung cukup lama, Selasa (28./11/ 2023) bulan lalu.
Dampak matinya Listrik yang memakan waktu cukup lama itu berdampak pula pada matinya signal telekomunikasi dan rusaknya sejumlah peralatan rumah tangga warga yang menggunakan listrik.
Sehingga Warga di desa ini jika malam hari sering gelap-gelapan, akses komunikasi pun sulit. Kalau listrik mati lama, otomatis signal juga mati, nelpon, sms dan akses internet tidak bisa, ungkap kades ini.
“Saya datang ke PLN Dabo Singkep Minta solusi berkaitan dengan listrik mati didesa Mepar yang sudah cukup lama dan sekaligus meminta disegerakan perbaikannya atau diadakan mesin penganti, ujar Handoyo.
Selain itu kita juga mempertanyakan sejauh mana usulan yang telah kita sampaikan tentang pelayanan listrik Mepar menjadi 24 jam.
Kita sangat berharap disegerakan untuk perbaikan, dan ada mesin penganti Karena mesin yang ada sudah cukup tua, dan kapasitasnyapun pas-pasan.
Kades yang akrab disapa Handoyo ini minta agar Pemerintah Daerah Lingga maupun Provinsi Kepri dapat segera menyikapi dan mencarikan solusi atas keluhan warga ini, pinta Kades Mepar Handoyo.
Sementara itu dari pihak PLN yang diwakili Deni, Team leader pelayanan pelanggan dan administrasi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa ini. Kami sangat faham ketidaknyamanannya, kami akan berupa semaksimal mungkin untuk perbaikan mesin yang ada, ucap Deni.
Deni juga mengatakan, akan berusaha untuk cari mesin terdekat untuk dapat digunakan dalam mengatasi pelayanan listrik didesa Mepar. Mohon suport dan do’anya Semoga segera ada solusi terbaik, imbuhnya. **
Redaksi : ikhsan
























































