BATAM,RMNEWS.ID- Indonesia akan memiliki pusat wisata kesehatan berskala internasional yang akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam. KEK Kesehatan ini diharapkan menjadi tujuan wisata kesehatan, menyaingi Malaysia dan Singapura.
Seperti yang dilanasir media RRI, “Pemerintah melalui Setjendenas KEK tengah memproses pengusulan dua KEK baru. Yaitu KEK Nipa di wilayah Pulau Nipa, KEK Kesehatan Batam di Sekupang, dan Nongsa Pulau Batam,” ucap Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto di Batam, Jumat (28/6/2024).
Nirwala menambahkan, KEK Kesehatan juga akan diberikan fasilitas perpajakan dan non-perpajakan. Baik untuk investasi maupun tenaga dokter dan obat-obatan.
“Kenapa kita merambah ke KEK Kesehatan, ya daripada orang Indonesia ke Malaysia atau Singapura lebih baik ke Batam saja. Fasilitas dan biaya yang tak kalah bersaing,” tutur Nirwala.
Alokasi lahan untuk KEK Kesehatan Batam seluas 47 hektare. Rinciannya, 23 hektare di Sekupang dan 24 hektare di Nongsa. Nilai investasi KEK kesehatan diperkirakan mencapai Rp6,9 triliun dan berpotensi mendatangkan devisa sebesar Rp103 triliun. Total potensi devisanya diperkirakan sebesar Rp1.909 triliun selama 80 tahun.
Adapun potensi tenaga kerja langsung, untuk konstruksi sebanyak 13.367 pekerja dan untuk operasional sebanyak 5.536 pekerja. Sementara, serapan tenaga kerja tidak langsung diperkirakan sebanyak 86.503 pekerja.
Nirwala menambahkan, “Dengan adanya KEK Kesehatan di Sekupang dan Nongsa diharapkan juga akan menarik para pasien dari luar Indonesia. Utamanya dari negara tetangga, Singapura dan Malaysia,” tambahnya.
Laman Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menyebutkan, Menteri Kordinator Perekonomian sudah menyetujui usulan pembentukan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam. Persetujuan disampaikan dalam Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bulan Mei lalu.
Usulan pembentukan KEK Kesehatan dinilai telah memenuhi persyaratan, karena telah menguasai lahan 100 persen. Adapun investor utama yang sudah berkomitmen adalah Apollo Hospitals India, dan Mayapada Group untuk Rumah Sakit Internasional.
Kegiatan utama di Sekupang adalah kesehatan, dengan rencana bisnis antara lain rumah sakit internasional dan akademi keperawatan internasional. Wilayah Nongsa akan dilaksanakan kegiatan utama pariwisata dengan akomodasi penunjang untuk wisata, pasien, dan keluarga pendamping.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: RRI
























































